Biden Usir Pengungsi Haiti, Bandara Dipenuhi Oleh Para Migran

    Fajar Nugraha - 23 September 2021 13:56 WIB
    Biden Usir Pengungsi Haiti, Bandara Dipenuhi Oleh Para Migran
    Imigran Haiti yang masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS) terpaksa di deportasi. Foto: AFP



    Port-au-Prince: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengusir para pengungsi yang berasal dari Haiti. Alhasil, kedatangan para pengungsi itu memicu kekacauan di Bandara Port-au-Prince.

    Adegan kacau pecah di bandara utama Haiti pada Selasa setelah para migran yang telah dideportasi dari Amerika Serikat diterbangkan kembali ke rumah.

     



    Ribuan warga Haiti telah meninggalkan negara itu karena kombinasi ketidakstabilan politik menyusul pembunuhan presiden pada Agustus dan gempa bumi di bulan yang sama yang menewaskan lebih dari 1.200 orang.

    Anggota parlemen dari Partai Demokrat telah mendesak pemerintah Biden untuk berhenti mendeportasi mereka yang telah meninggalkan Haiti ke AS. Tetapi Gedung Putih tetap berkomitmen untuk mengembalikan mereka.

    “Warga Haiti yang marah memadati landasan di bandara Port-au-Prince setelah diturunkan oleh penerbangan deportasi. Mereka katakan tidak mendapat banyak pemberitahuan sebelumnya,” kata seorang jurnalis di tempat kejadian kepada CNN, Kamis 23 September 2021.

    Seorang saksi mata lainnya mengatakan, sekelompok pria bergegas kembali ke pesawat setelah mereka turun, dengan seorang pria berusaha untuk kembali ke pesawat.

    "Saya marah pada pemerintah. Kami diberitahu di penjara bahwa pemerintah Haiti telah menandatangani untuk mengirim kami kembali ke Haiti. Mereka semua adalah orang jahat, pihak berwenang ini," tutur Yranese Melidor, 45, yang tiba dengan penerbangan sebelumnya.

    "Kami tidak melihat kehadiran AS kecuali pesawat. Dari apa yang saya amati, pada dasarnya mereka terlihat seperti terbang ke sana dan pergi," kata jurnalis Erlen Ofte Arntsen kepada CNN tentang orang-orang yang dia ajak bicara di bandara di Port-au-Prince

    Arnsten mengatakan, para migran marah pada apa yang mereka gambarkan sebagai kondisi seperti penjara di pusat-pusat penahanan AS tempat mereka ditahan sebelum mereka diterbangkan kembali.

    "Mereka harus tinggal di sana selama berhari-hari dalam jarak yang sangat dekat, sekali makan sehari, tidak bisa mandi. Dan mereka juga tidak menyadari bahwa mereka dikirim kembali ke Haiti sebelum kemarin. Mereka pikir mereka mungkin pergi ke (tempat lain) dari kurungan," tambah Arntsen.

    Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengakui "gangguan di landasan" di Port-au-Prince. Mereka mengatakan petugas pengendalian massa Haiti menyelesaikan situasi.

    "Pada hari Selasa, 21 September, beberapa migran dewasa menyebabkan dua gangguan terpisah di landasan setelah turun di Port-au-Prince, Haiti,” sebut pernyataan Kementerian.

    “Petugas pengendalian massa Haiti menanggapi kedua insiden dan menyelesaikan situasi. ICE (Dinas Imigrasi AS) sepenuhnya menghormati hak semua orang untuk mengekspresikan pendapat mereka secara damai, sambil terus melakukan misi penegakan imigrasi yang konsisten dengan prioritas kami, hukum federal, dan kebijakan agensi," kata Juru Bicara DHS kepada CNN.

    Pemerintahan Biden meningkatkan penerbangan deportasi migran hingga tujuh kali sehari. Mereka juga berbicara dengan Brasil dan Chile untuk kemungkinan memulangkan warga Haiti yang sebelumnya tinggal di negara-negara itu saat mereka berjuang untuk menahan dampak di tengah kritik bipartisan.

    Tetapi bahkan ketika Departemen Keamanan Dalam Negeri mencoba untuk menarik garis keras, lebih dari 1.000 migran yang berada di bawah Perlintasan Internasional Rio Grande telah diizinkan masuk ke AS.

    Pejabat senior Biden, sementara itu, telah dipanggil untuk menjawab pertanyaan mengenai para migran yang hidup dalam kondisi jorok dan konfrontasi agresif dengan pihak berwenang. Pada Rabu, Kaukus Kulit Hitam di Kongres bertemu dengan pejabat tinggi di Gedung Putih.

    Masuknya orang Haiti di perbatasan selatan AS adalah contoh seberapa jauh arus migran meluas. Korban pandemi di Amerika Latin dan kompleksitas masalah telah menghantui pemerintahan Biden untuk bertindak lebih baik tahun ini.

    Dalam briefing dengan staf kongres Selasa, DHS mengatakan mereka telah melacak aliran tetap Haiti. Ketika ditanya mengapa para migran itu tertangkap basah, DHS mengatakan penyelundup tiba-tiba menurunkan mereka di satu lokasi.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id