Peneliti Brasil Sebut Vaksin Sinovac Kurang Ampuh Atasi Varian Gamma

    Marcheilla Ariesta - 09 Juli 2021 20:46 WIB
    Peneliti Brasil Sebut Vaksin Sinovac Kurang Ampuh Atasi Varian Gamma
    Vaksin Sinovac dinilai kurang ampuh atasi covid-19 varian Gamma. Foto: AFP.



    Paris: Vaksin covid-19 buatan Tiongkok, Sinovac dianggap kurang efektif terhadap varian Gamma. Varian tersebut pertama kali terdeteksi di Brasil.

    Para peneliti menemukan, antibodi yang dihasilkan vaksin bekerja kurang baik terhadap varian tersebut dibanding yang lainnya. Sementara itu, Gamma juga memungkinkan penyintasnya terinfeksi lagi.

     



    "Kapasitas Gamma ini menghindari respons sistem kekebalan. Virus tersebut berpotensi beredar pada individu yang divaksinasi," kata peneliti University of Campinas di Brasil, dikutip oleh Channel News Asia, Jumat, 9 Juli 2021.

    Dalam studi kecil, para peneliti memaparkan baik Gamma dan jenis virus sebelumnya ke antibodi dalam plasma darah dari 53 orang yang divaksinasi dan 21 orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus.

    Dalam kelompok yang divaksinasi, 18 orang hanya menerima satu dosis CoronaVac, sementara 20 orang baru-baru ini menerima suntikan kedua dan 15 lainnya telah divaksinasi sebagai bagian dari uji klinis Sinovac pada Agustus 2020 .

    Baca juga: Penelitan Baru di Chile Temukan Vaksin Sinovac Ampuh Hingga 65,9 Persen

    Mereka menemukan,  Gamma mampu lolos dari antibodi hampir semua peserta yang hanya menerima satu dosis, serta mereka yang divaksinasi pada tahun 2020. 

    "Antibodi dari mereka yang baru saja divaksinasi memang efektif, tetapi kurang efektif dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya.," lanjut peneliti.

    Studi yang dipublikasikan di Lancet Microbe, juga menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya harus sembilan kali lebih tinggi untuk mencegah infeksi oleh Gamma daripada mencegah penyakit dari jenis sebelumnya.

    Namun, uji klinis merek menyebutkan, vaksin tersebut sangat efektif mencegah penyakit parah dan kematian.

    CoronaVac telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat pada Juni lalu. Pada saat itu WHO mengatakan vaksin tersebut memiliki kemanjuran 51 persen terhadap penyakit simtomatik dan 100 persen terhadap rawat inap.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id