comscore

Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Prancis Perpanjang Penutupan Kelab Malam

Willy Haryono - 29 Desember 2021 19:30 WIB
Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Prancis Perpanjang Penutupan Kelab Malam
Pemandangan salah satu sudut kota Paris, Prancis. (AFP)
Paris: Prancis mengatakan penutupan kelab malam diperpanjang hingga tiga pekan ke depan per hari Rabu ini, 29 Desember 2021, setelah jumlah kasus harian Covid-19 melonjak hingga mencapai hampir 180 ribu sejak awal pandemi.

Sekitar 1.600 kelab malam di Prancis telah diminta untuk tutup selama empat pekan sejak 6 Desember lalu. Kala itu, otoritas Prancis berharap penutupan dapat mencegah terjadinya gelombang keempat Covid-19 di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru. Gelombang Covid-19 dikhawatirkan dapat terjadi karena kemunculan varian Omicron.
Selasa kemarin, agensi kesehatan Prancis mencatat total 179.807 kasus Covid-19 dalam periode 24 jam terakhir. Angka tersebut jauh melebihi rekor sebelumnya, yakni 100 ribu pada hari Sabtu pekan kemarin.

Menteri Pariwisata Prancis Jean-Baptiste Lemoyne mengatakan kepada radio France Inter bahwa keputusan memperpanjang penutupan kelab malam adalah bagian dari serangkaian aturan baru untuk menangani penyebaran Omicron.

"Saya dapat membayangkan rasa stres di kalangan para pengusaha dan pegawai," ucapnya, dilansir dari AFP. "Bantuan finansial akan diberikan untuk kerugian besar yang dirasakan sektor-sektor bisnis liburan," sambungnya.

Pekan ini, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mendorong para kepala daerah untuk membatasi perayaan pergantian tahun 2021 ke 2022. Ia ingin semua warga yang berada di luar rumah saat malam pergantian tahun memakai masker dan tidak meminum minuman keras.

Baca:  Prancis Larang Konser dan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru

Parlemen Prancis sedang mendiskusikan aturan baru terkait kewajiban "paspor vaksin" untuk memasuki restoran, bioskop, museum, dan ruang-ruang publik lainnya demi mendorong tingkat vaksinasi Covid-19.

Prancis merupakan salah satu negara dengan laju vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia, yang angkanya sudah mencapai 90 persen. Namun pemerintahan Presiden Emmanuel Macron masih ingin meningkatkan angka tersebut demi perlindungan maksimal dari Covid-19, terutama varian Omicron.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id