Usai Dilantik, Joe Biden akan Akhiri Belasan Kebijakan Trump

    Willy Haryono - 17 Januari 2021 13:03 WIB
    Usai Dilantik, Joe Biden akan Akhiri Belasan Kebijakan Trump
    Presiden terpilih AS Joe Biden didampingi wapres terpilih Kamala Harris di Delaware. (AFP)



    Washington: Joe Biden dijadwalkan menandatangani belasan perintah eksekutif di 10 hari pertamanya sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat. Kabar disampaikan kepala staf pemerintahan mendatang, Ron Klain, pada Sabtu, 16 Januari.

    Belasan perintah eksekutif yang akan diteken Biden meliputi berbagai bidang, termasuk krisis pandemi virus korona (covid-19), pemulihan perekonomian, ketidakadilan rasial, perubahan iklim, keimigrasian, dan lain-lain.






    "Presiden terpilih Joe Biden akan menandatangani belasan (perintah eksekutif) untuk memerangi empat krisis, memulihkan kemanusiaan terhadap sistem keimigrasian kita, dan membuat pemerintahan berfungsi untuk rakyat," kata Klain, dikutip dari laman Sputnik pada Minggu, 17 Januari 2021.

    Ia menambahkan bahwa pemerintahan Biden dan Kamala Harris tidak hanya akan mengandalkan perintah eksekutif, namun juga langkah cepat di Kongres AS. Salah satu yang diprioritaskan Biden untuk disampaikan ke Kongres di hari-hari pertamanya sebagai presiden adalah legislasi mengenai keimigrasian.

    Menurut beberapa sumber, Biden berencana membukakan jalan menuju status kewarganegaraan bagi sekitar 11 juta imigran tak berdokumen di AS. Rencana ini pernah diungkapkan mantan presiden Barack Obama, namun tak terwujud hingga akhir masa jabatannya.

    Baca:  Biden akan Prioritaskan Status Kewarganegaraan Jutaan Imigran di AS

    Selain keimigrasian, lanjut Klain, Biden juga akan memperjuangkan legislasi mengenai pembukaan lapangan pekerjaan, upah minimum, isu kekerasan terhadap perempuan dan lainnya.

    Di bidang pendidikan, Biden berencana meminta Departemen Edukasi untuk memperpanjang penghentian sementara pembayaran uang tunggakan mahasiswa. Untuk perubahan iklim, Biden akan membawa AS untuk bergabung kembali ke dalam Perjanjian Iklim Paris 2015.

    Tidak hanya itu, Biden juga akan membatalkan kebijakan era petahana Donald Trump yang melarang kedatangan warga dari sejumlah negara mayoritas Muslim.

    "Pada 21 Januari, presiden terpilih akan menandatangani sejumlah perintah eksekutif untuk menghadapi krisis covid-19, membuka kembali sekolah dan tempat usaha secara aman, dan juga membentuk standar kesehatan publik terbaru," sebut Klain. Satu hari setelahnya, Biden akan mengarahkan agensi-agensi federal untuk menyalurkan stimulus ekonomi ke keluarga-keluarga AS yang membutuhkan.

    Di hari-hari pertamanya sebagai presiden, Biden juga akan meluncurkan "100 Day Masking Challenge" dengan mewajibkan pemakaian masker di properti federal dan perjalanan lintas negara bagian dalam meredam penyebaran covid-19.

    Biden akan dilantik di area Capitol pada 20 Januari mendatang. Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon telah mengizinkan pengerahan Garda Nasional untuk mengamankan pelantikan, di tengah kekhawatiran akan adanya aksi protes bersenjata.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id