WHO Puji Penanganan Covid-19 di Kawasan Asia

    Willy Haryono - 21 Oktober 2020 10:02 WIB
    WHO Puji Penanganan Covid-19 di Kawasan Asia
    Logo di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. (Foto: AFP)
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Eropa dan Amerika Utara untuk mencontoh negara-negara Asia dalam menangani pandemi virus korona (covid-19). WHO menilai, sejumlah negara di Asia serius menerapkan berbagai pembatasan covid-19, termasuk mengkarantina siapapun yang pernah melakukan kontak dengan individu terinfeksi.

    Eropa mencatat 8.500 kematian akibat covid-19 dalam sepekan terakhir, dan hampir separuh dari total negara di benua tersebut mengonfirmasi 50 persen lonjakan jumlah infeksi virus tersebut.

    Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Australia, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan dinilai telah berhasil meredam penyebaran covid-19 dengan mendeteksi kasus-kasus potensial. Jika ada orang yang dicurigai terinfeksi, isolasi dan karantina langsung dilakukan.

    "Masyarakat di negara-negara tersebut telah memperlihatkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap pemerintah masing-masing," kata Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Dr Mike Ryan.

    "Dengan kata lain, mereka telah berlari melewati garis akhir, namun tetap berlari karena mereka tahu perlombaannya belum berakhir. Mereka tahu bahwa garis akhir itu bukan finish yang sebenarnya," sambung dia, dikutip dari laman Shine pada Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut Ryan, banyak negara di dunia yang memasang garis akhir imajiner. Saat garis itu terlampaui, sambung Ryan, negara-negara tersebut melonggarkan sejumlah pembatasan (covid-19).

    Ia menyebut banyak negara di Asia, Asia selatan, dan Pasifik Barat, konsisten dalam menjalankan berbagai aturan krusial dalam pengendalian covid-19.

    Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendorong negara-negara dunia untuk bertahan dalam perang melawan covid-19, yang angka infeksinya melampaui 40 juta jiwa dan dengan lebih dari satu juta kematian.

    "Saya tahu kita semua lelah, tapi virus ini memperlihatkan bahwa jika kita menurunkan kewaspadaan, penyebarannya dapat melonjak cepat dan mengancam sistem kesehatan," sebut Tedros.

    Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Rabu pagi waktu Indonesia, total kasus covid-19 di kancah global telah mencapai 40.706.706 dengan 1.123.794 kematian dan 27.843.891 pasien sembuh.

    Baca:  WHO: 1 dari 10 Orang di Dunia Mungkin Terinfeksi Covid-19

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id