Rusia Tawarkan AstraZeneca Gabungkan Vaksin Covid-19

    M Sholahadhin Azhar - 27 November 2020 05:54 WIB
    Rusia Tawarkan AstraZeneca Gabungkan Vaksin Covid-19
    Vaksin Sputnik V dari Rusia yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP
    Moskow: Pengembang vaksin covid-19 asal Rusia mengatakan bahwa AstraZeneca harus mencoba menggabungkan suntikan eksperimentalnya dengan vaksin mereka, Sputnik V. Hal itu untuk meningkatkan kemanjuran.

    Baca: Ada Kesalahan Produksi, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Diragukan Kemanjurannya.

    Rusia mengatakan vaksin Sputnik V-nya 92 persen efektif untuk melindungi orang dari covid-19, menurut hasil uji coba sementara. Sementara AstraZeneca mengatakan vaksin covid-19 buatannya 70 persen efektif dalam uji coba penting dan bisa efektif hingga 90 persen.

    "Jika mereka melakukan uji klinis baru, kami menyarankan untuk mencoba rejimen menggabungkan suntikan AZ dengan suntikan vektor adenoviral manusia #SputnikV untuk meningkatkan kemanjuran," kata pengembang vaksin Rusia di akun Twitter mereka, seperti dikutip AFP, Jumat 27 November 2020.

    "Menggabungkan vaksin mungkin terbukti penting untuk vaksinasi ulang,” imbuhnya.

    AstraZeneca mengatakan akan memiliki sebanyak 200 juta dosis vaksinnya pada akhir 2020.

    Vaksin yang dikembangkan Inggris dipandang sebagai salah satu harapan terbaik bagi banyak negara berkembang karena harganya yang lebih murah dan kemampuan untuk diangkut pada suhu lemari es yang normal.

    AstraZeneca kemungkinan akan menjalankan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksinnya, kata kepala eksekutifnya Pascal Soriot seperti dikutip oleh Bloomberg News. Uji dilakukan setelah muncul keraguan diajukan atas hasil dari studi tahap akhir.

    Kepala Penasihat Ilmiah pemerintah Inggris Patrick Vallance mengatakan poin utama tentang vaksin AstraZeneca adalah bahwa vaksin itu berhasil, ketika ditanya tentang keraguan ini.

    "Hasil utamanya adalah vaksin itu bekerja dan itu sangat menarik," kata Vallance dalam jumpa pers dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id