Joe Biden: Pendukung Trump Penyerang Capitol adalah Teroris Domestik

    Fajar Nugraha - 08 Januari 2021 12:55 WIB
    Joe Biden: Pendukung Trump Penyerang Capitol adalah Teroris Domestik
    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebut pendukung Trump sebagai teroris domestik. Foto: AFP
    Delaware: Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden melabeli massa pendukung Presiden Donald Trump yang menyerang Gedung Kongres AS, Capitol Hill sebagai teroris domestik. Biden juga membandingkan protes itu dengan aksi demo massa menentang Black Lives Matter.

    Baca: Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres, Senat Dievakuasi.

    Bagi Biden, Peristiwa Rabu di Washington, DC itu adalah "salah satu hari paling gelap dalam sejarah bangsa kita."

    "Kemarin, menurut pandangan saya, adalah salah satu hari tergelap dalam sejarah bangsa kita. Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap demokrasi kita," katanya dari teater tertutup yang digunakan tim transisi kepresidenannya di Wilmington, Delaware.

    Ratusan pendukung pro-Trump berkumpul untuk pidato Presiden Donald Trump di luar Gedung Putih pada yang sama Kongres bertemu untuk secara resmi mengesahkan hasil pemilihan presiden 2020.

    Pada pertemuan tersebut, Trump mengulangi klaim yang tidak berdasar tentang bagaimana pemilihan presiden 2020 telah dicuri darinya dan para pendukungnya dan dia mendorong mereka untuk berbaris ke Capitol.

    "Dalam empat tahun terakhir, kami memiliki seorang presiden yang menghina demokrasi kami, konstitusi kami, aturan hukum yang jelas dalam segala hal yang telah dia lakukan," kata Biden.

    "Dia melepaskan serangan habis-habisan terhadap institusi demokrasi kita sejak awal dan kemarin hanyalah puncak dari serangan yang tak henti-hentinya itu,” jelas Biden.

    Banyak demonstran Trump, banyak yang bersenjata, berjalan ke Capitol Hill dan kemudian menyerbu gedung legislatif, yang menyebabkan kerusakan parah dan empat kematian. DPR dan Senat harus menghentikan sementara sertifikasi pemilu dan dikawal keluar gedung.

    "Itu bukan perbedaan pendapat, itu bukan kekacauan. Itu bukan protes. Jangan sebut mereka pengunjuk rasa, mereka adalah massa perusuh, pemberontak, teroris domestik,” tegas Biden.

    Penjabat Jaksa Agung AS Jeffrey Rosen saat ini bersumpah akan mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam kekerasan Capitol dan mengajukan tuntutan federal.

    Baca: Ketua DPR Desak Wapres AS Copot Donald Trump dari Jabatan.

    Ada kritik luas tentang bagaimana polisi menangani serangan itu, dengan banyak yang membandingkan bagaimana kota itu mendekati demonstrasi Black Lives Matter selama musim panas.

    Perbandingan kedua peristiwa tersebut menyoroti perbedaan ras dan politik antara kedua kelompok dan tanggapan masing-masing polisi.

    "Tidak ada yang bisa memberi tahu saya bahwa jika itu adalah sekelompok Black Lives Matter yang memprotes kemarin, mereka tidak akan diperlakukan sangat, sangat berbeda dari gerombolan preman yang menyerbu Capitol," kata Biden mengenai perbandingan tersebut, setuju mereka adil untuk dibuat.

    Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menambahkan, "kami menyaksikan dua sistem keadilan ketika kami melihat satu yang membiarkan ekstremis menyerbu Capitol Amerika Serikat dan satu lagi yang melepaskan gas air mata pada pengunjuk rasa damai musim panas lalu."

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id