Jumlah Kebakaran Hutan Amazon Meningkat di Atas 6.000

    Willy Haryono - 02 Agustus 2020 20:06 WIB
    Jumlah Kebakaran Hutan Amazon Meningkat di Atas 6.000
    Salah satu lokasi kebakaran hutan di Amazon, Brasil. (Foto: Carl de Souza/AFP)
    Brasilia: Jumlah titik api dalam kebakaran di hutan Amazon Brasil telah meningkat 28 persen dari Juli 2019. Peningkatan persentase memperburuk kekhawatiran bahwa hutan hujan terbesar di dunia itu akan kembali dilanda kebakaran dahsyat tahun ini.

    Disitat dari laman TRT World, Minggu 2 Agustus 2020, Agensi Luar Angkasa Nasional Brasil (INPE) telah mengidentifikasi 6.803 kebakaran hutan di Amazon hingga Juli 2020, yang merupakan peningkatan dari 5.318 satu tahun sebelumnya.

    Sepanjang tahun lalu, komunitas global beramai-ramai mengkritik pemerintah Brasil atas kebakaran hutan masif di Amazon. Brasil, yang wilayahnya meliputi sekitar 60 persen dari total Amazon, didorong lebih berbuat banyak untuk melindungi hutan tersebut.

    Kebakaran hutan di Amazon sebagian besar dipicu aktivitas pembebasan lahan secara ilegal untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan pertambangan.

    Sejumlah aktivis menuding Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah mendorong dan mendukung aksi deforestasi demi meningkatkan keuntungan di sektor pertanian dan juga industri.

    Di bawah tekanan internasional, Bolsonaro telah mengerahkan militer untuk memerangi kebakaran hutan di Amazon. Ia juga telah mendeklarasikan moratorium untuk pembakaran lahan di Amazon.

    Namun para aktivis menilai hal tersebut belum cukup untuk menangani akar masalahnya.

    Menurut data organisasi Greenpeace, kebakaran hutan di wilayah adat Amazon meningkat 77 persen dan di area cagar alamnya 50 persen sejak Juli 2019. Greenpeace menilai angka-angka tersebut telah memperlihatkan lonjakan aktivitas ilegal di Amazon.

    Pada 30 Juli lalu, INPE mengatakan bahwa sejumlah satelitnya telah mendeteksi 1.007 kebakaran hutan di Amazon. Greenpeace menyebut, itu adalah angka terburuk dalam kurun waktu satu hari di Amazon sejak 2005.

    "Lebih dari 1.000 titik api dalam satu hari adalah rekor terbaru dalam 15 tahun terakhir. Hal ini memperlihatkan strategi pemerintah tidak berjalan efektif di lapangan," kata juru bicara Greenpeace, Romulo Batista.

    "Di atas kertas, moratorium melarang adanya pembakaran. Namun moratorium itu baru bisa berjalan jika ada lebih banyak petugas di lapangan," sambungnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id