Trump Salahkan 'Pohon Meledak' dalam Kebakaran California

    Marcheilla Ariesta - 15 September 2020 13:37 WIB
    Trump Salahkan 'Pohon Meledak' dalam Kebakaran California
    Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Gavin Newsom saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan di California pada 2018. (Foto: SAUL LOEB/AFP/Getty)
    California: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyalahkan politisi Partai Demokrat atas kebakaran hutan di California. Trump menegaskan, seharusnya para politisi Demokrat mampu mengantisipasi pepohonan yang "dapat meledak" dan memicu kebakaran hutan.

    Kebakaran melanda sejumlah wilayah di AS, mulai dari California hingga ke Oregon dan negara bagian Washington. Intensnya kobaran api memicu kekhawatiran warga apakah mereka dapat tetap tinggal di area rawan kebakaran hutan untuk waktu lama.

    Trump mengkritik jajaran pejabat negara bagian dan lokal karena tidak 'menebang' pepohonan kering di California.

    "Mereka (pejabat California) tidak melakukan itu," kata Trump di Sacramento, dilansir dari Independent, Selasa, 15 September 2020.

    "Ketika pepohonan tumbang, setelah 18 bulan mereka akan menjadi kering seperti batang korek api. Setelah itu, mereka meledak, benar-benar dapat meledak," ucapnya.

    Tidak diketahui pasti apakah Trump menggunakan kata kiasan, atau benar-benar mengira pepohonan dapat meledak saat berada dalam kondisi sangat kering.

    "Mereka harus melakukan sesuatu tentang itu. Mereka harus melakukan penebangan (pohon)," imbuh Trump.

    Gubernur California, Gavin Newsom, mengatakan bahwa negara bagiannya dilanda kebakaran hutan, mulai dari perbatasan utara dengan Oregon, hingga ke selatan dengan Meksiko. "Dua puluh empat orang meninggal sejauh ini," tuturnya.

    Otoritas AS mengatakan kepada presiden bahwa selama 29 hari terakhir, telah terjadi 1.100 kebakaran di seantero negeri.

    Kebakaran hutan ini memaksa puluhan ribu orang mengungsi. Total 33 orang, termasuk 24 dari California, dinyatakan meninggal akibat kebakaran hutan. Otoritas Oregon khawatir jumlah korban dapat bertambah karena masih ada sejumlah warga yang dinyatakan hilang.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id