Trump Ampuni Mantan Penasihat Keamanan yang Bohongi FBI

    Marcheilla Ariesta - 26 November 2020 14:29 WIB
    Trump Ampuni Mantan Penasihat Keamanan yang Bohongi FBI
    Michael Flynn mengaku bersalah pada 2017 karena berbohong pada FBI. Foto: The New York Times
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan telah memberi ampun Michael Flynn. Flynn merupakan mantan penasihat keamanan Trump yang kebohongannya tentang kontak dengan Rusia memicu penyelidikan yang meresahkan kolusi kampanye Trump dengan Moskow.

    Pengampunan yang diharapkan datang pada pekan-pekan terakhir kepemimpinan Trump. Selama dua tahun terakhir kepemimpinan Trump dihabiskan untuk melawan tuduhan yang diawasi dan berusaha menutupi skema kerja sama yang berbahaya dengan Rusia.

    Flynn mengaku bersalah pada 2017 karena berbohong pada FBI di awal penyelidikan. Ia dipaksa mengundurkan diri sebagai penasihat keamanan nasional Trump pada Februari 2017, kurang dari empat pekan setelah pemerintahan Trump dimulai.

    Namun, setelah mengaku bersalah sebanyak dua kali ke pengadilan federal Washington, mantan kepala intelijen Pentagon itu berbalik, berusaha untuk menarik pembelaannya sebelum hukuman dijatuhkan.

    "Merupakan Kehormatan Saya untuk mengumumkan bahwa Jenderal Michael T Flynn telah diberikan Pengampunan Penuh," cuit Trump, dilansir dari AFP, Kamis, 26 November 2020.

    Flynn awalnya menjadi sasaran dalam penyelidikan kontraintelijen FBI setelah ia melakukan panggilan telepon rahasia dengan Duta Besar Rusia untuk AS pada Desember 2016.

    Dalam satu panggilan telepon penting, Flynn berusaha untuk mengurangi dampak sanksi dan pengusiran yang diumumkan Presiden Barack Obama kala itu terhadap Moskow.

    Ditambah, Flynn telah mengambil sejumlah besar uang selama dua tahun sebelumnya untuk penampilan dengan perusahaan Rusia. Para penyelidik AS khawatir pembantu keamanan nasional Trump ini mungkin rentan untuk berkompromi.

    Upaya Trump untuk membela dan melindungi Flynn pada bulan-bulan awal 2017 mengarah pada penunjukan penasihat independen, Robert Mueller, yang penyelidikannya terhadap kolusi dan penghalang keadilan mengaburkan paruh pertama masa jabatan Trump.

    Tapi Trump selalu membela Flynn, menyebut kasus terhadapnya sebagai 'perburuan penyihir' yang dipolitisasi.

    Partai Demokrat marah atas pengampunan Flynn. Pasalnya, pengampunan ini datang ketika hakim yang bertanggung jawab atas kasusnya menolak upaya Kementerian Kehakiman untuk membatalkannya.

    "Trump sekali lagi menyalahgunakan kuasa pengampunan untuk memberi penghargaan kepada Michael Flynn, yang memilih loyalitas kepada Trump daripada loyalitas kepada negaranya," kata Adam Schiff, Ketua Komite Intelijen DPR yang juga menyelidiki kolusi Rusia.

    "Flynn berbohong kepada FBI tentang komunikasinya dengan Rusia - upaya yang merusak kebijakan luar negeri AS setelah sanksi dijatuhkan pada Rusia karena mencampuri pemilihan kami," katanya.

    "Pengampunan oleh Trump tidak menghapus kebenaran itu, tidak peduli bagaimana Trump dan sekutunya mencoba menyarankan sebaliknya," tegas Schiff.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id