PM Inggris Awasi Penyelidikan Penyekapan Putri Dubai

    Fajar Nugraha - 18 Februari 2021 10:41 WIB
    PM Inggris Awasi Penyelidikan Penyekapan Putri Dubai
    PM Inggris Boris Johson awasi penahanan yang dialami Putri Latifa binti Mohammed al-Maktoum. Foto: AFP



    London: Penahanan atau penyekapan terhadap putri penguasa Dubai di sebuah vila, mendapat perhatian dari Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan membentu proses penyelidikan atas nasib Putri Latifa binti Mohammed al-Maktoum.

    Baca: Putri Penguasa Dubai Diam-diam Rekam Video Dipenjara di Sebuah Vila.






    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pemerintahannya akan memantau penyelidikan tersebut. “Jelas itu adalah sesuatu yang kami khawatirkan, tetapi Komisi Hak Asasi Manusia PBB sedang melihat itu,” kata Johnson, seperti dikutip BBC, Kamis 18 Februari 2021.

    “Saya pikir yang akan kita lakukan adalah menunggu dan melihat bagaimana perkembangan (penyelidikan) mereka. Kami akan mengawasinya,” tegas Johson.

    Amnesty International menyebut video itu "mengerikan" dan mengatakan "sangat mengkhawatirkan keselamatan dari Putri Latifa.”

    Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab juga tidak ketinggalan bersuara. Dia menyebut video itu "sangat menyedihkan" dan meminta bukti bahwa sang putri masih hidup.

    “Ini sangat meresahkan dan Anda bisa melihat seorang wanita muda berada di bawah tekanan,” kata Raab kepada ITV, mendukung penyelidikan PBB.

    “Mengingat apa yang baru saja kita lihat, saya pikir orang-orang pada tingkat manusia ingin melihat bahwa dia masih hidup dan sehat,” tegasnya.

    Sedangkan Rodney Dixon, pengacara Putri Latifa yang berbasis di London, meminta Dubai untuk "melakukan hal yang benar".

    "Lepaskan sang putri," katanya.

    Baca: PBB Periksa Rekaman Putri Penguasa Dubai yang Disekap.

    Kelompok pendukung, ‘Free Latifa’ mengatakan bahwa sang putri telah disandera oleh ayahnya sejak dia ditangkap saat mencoba melarikan diri dari Dubai pada 2018.

    Sebelum Selasa, satu-satunya saat dia terlihat sejak dia dibawa kembali ke Dubai adalah ketika keluarganya merilis foto dirinya duduk bersama Mary Robinson, mantan presiden Irlandia dan komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, pada akhir 2018.

    Tetapi Robinson mengatakan kepada BBC bahwa dia telah "ditipu secara mengerikan" untuk berpose untuk pengambilan foto, dan tidak bertanya kepada Latifa tentang penderitaannya karena yakin dia menderita penyakit mental.

    Sheikh Mohammed dan pengadilan kerajaan Dubai mengatakan Latifa aman dalam perawatan penuh kasih keluarganya. Sementara kantor Media Dubai pemerintah UEA tidak menanggapi permintaan komentar.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id