28 Menit Menyeramkan dalam Serangan Teror di Nice

    Fajar Nugraha - 30 Oktober 2020 07:25 WIB
    28 Menit Menyeramkan dalam Serangan Teror di Nice
    Basilika Notre-Dame di Nice, Prancis yang menjadi lokasi serangan dilakukan oleh Brahim Aouissaoui. Foto: AFP
    Nice: Serangan mengerikan di Nice, Prancis pada Kamis 29 Oktober 2020 tidak jauh dari di Basilika Notre-Dame. Jaksa anti-terorisme Prancis Jean-Francois Ricard mengatakan serangan itu terjadi selama 28 menit, tetapi dampaknya amat mengerikan.

    Baca: Tiga Tewas dalam Serangan di Prancis, Salah Satu Korban Dipenggal.

    “Serangan itu memakan waktu 28 menit,” kata Ricard, sedang menyelidiki serangan itu, seperti dikutip CNN, Jumat 30 Oktober 2020.

    “Polisi yang tiba di tempat kejadian menembak tersangka penyerang tetapi tidak membunuhnya,” tambahnya.

    Tersangka, yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, telah diidentifikasi oleh polisi Prancis sebagai Brahim Aouissaoui. Dia tidak dikenal oleh dinas intelijen Prancis dan tidak ada dalam file sidik jari nasional.

    Ricard menambahkan, gerakan Aouissaoui pada  Kamis, ditangkap oleh pengawasan video, menunjukkan dia tiba di stasiun kereta Nice dan mengganti pakaiannya segera setelah pukul 8.00 pagi (waktu setempat).

    Dia kemudian berjalan 400 meter ke gereja, tempat serangan itu terjadi. Kurang dari 30 menit kemudian, tim yang terdiri dari empat petugas polisi tiba usai serangan.

    Baca: Pelaku Serangan Nice Berasal dari Tunisia Masuk dari Italia.

    Ricard merinci adegan mengerikan di dalam gereja di mana dua orang pria dan wanita dibunuh oleh penyerang. Korban ketiga, seorang wanita berusia 44 tahun yang berhasil melarikan diri, meninggal di restoran terdekat.

    Seorang wanita 60 tahun yang tubuhnya ditemukan di pintu masuk gereja, menderita “luka gorok pada sangat dalam, seperti pemenggalan kepala," kata Ricard. Korban pria berusia 55 tahun juga meninggal setelah luka dalam di tenggorokannya.

    Ricard menggambarkan tersangka kemudian mendekati pihak berwenang dengan "cara mengancam, memaksa polisi terlebih dahulu menggunakan pistol listrik dan menembakkan senjata dinas mereka beberapa kali." Tersangka, kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

    Sebanyak 14 selongsong peluru kemudian ditemukan di lapangan. Tunisia telah membuka penyelidikannya sendiri terhadap tersangka.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id