Madrid Membandel, PM Spanyol Siap Terapkan Status Darurat Covid-19

    Fajar Nugraha - 09 Oktober 2020 15:38 WIB
    Madrid Membandel, PM Spanyol Siap Terapkan Status Darurat Covid-19
    Spanyol pertimbangkan terapkan status darurat di Madrid terkait peningkatan angka infeksi covid-19. Foto: AFP
    Madrid: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengadakan pertemuan darurat Kabinet pada Jumat 9 Oktober 2020 pagi waktu setempat, untuk mempertimbangkan penerapan keadaan darurat bagi Madrid dan wilayah sekitarnya. Hal itu untuk memberlakukan pembatasan antivirus korona yang lebih kuat.

    “Status darurat itu diterapkan kepada daerah-daerah yang gubernurnya yang enggan menerapkan ukuran ketat membatasi gerak demi mengatasi wabah virus korona covid-19,” sebut pejabat pemerintah Spanyol, seperti dikutip AFP, Jumat 9 Oktober 2020.

    Pertemuan itu terjadi sehari setelah pengadilan Madrid membatalkan perintah pemerintah pusat yang memberlakukan penguncian sebagian di ibu kota Spanyol dan pinggirannya. Keputusan itu memihak pejabat regional yang telah mengajukan banding atas penerapan tindakan yang lebih ketat terhadap virus paling mengkhawatirkan di Eropa.

    Para hakim mengatakan bahwa pembatasan perjalanan masuk dan keluar kota mungkin diperlukan untuk melawan penyebaran virus korona. “Tetapi di bawah kerangka hukum saat ini mereka melanggar ‘hak-hak dasar’ penduduk,” keputusan para hakim.

    Pemerintah nasional mengatakan bahwa Sanchez telah berbicara melalui telepon dengan kepala daerah Madrid Isabel Díaz Ayuso dan memberinya ultimatum. Sánchez memberi tahu Ayuso bahwa jika dia tidak segera memperketat tindakan atau membuat permintaan resmi kepada pemerintah nasionalnya untuk mengumumkan keadaan darurat, maka pemerintahnya akan tetap melanjutkan dan menerapkan status darurat.

    Keadaan darurat memberi pemerintah nasional kekuasaan yang luar biasa pada saat krisis untuk sementara waktu membatasi hak konstitusional warga negara. Dalam kasus ini, kebebasan bergerak mereka akan dibatasi dengan memulai kembali pengendalian perimeter di Madrid dan beberapa kota terdekat yang juga menderita tingkat penularan tinggi.

    Keadaan darurat nasional yang jauh lebih ketat yang dimulai dengan penguncian ketat di rumah telah diterapkan oleh pemerintah dari Maret hingga Juni. Ketentuan itu  berhasil mengendalikan gelombang pertama virus penyebab covid-19 di Spanyol. Sejak berakhirnya status darurat itu, daerah telah mendapatkan kembali kendali atas kebijakan kesehatan dan respon mereka dalam pengendalian wabah bervariasi. Beberapa telah menerapkan penguncian perimeter di sekitar area atau kota dengan kelompok virus.

    Wilayah Madrid selama 14 hari mencatat 591 kasus virus korona per 100.000 penduduk. Angka-angka ini lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional Spanyol yang mencapai 257 dan lima kali lipat tingkat rata-rata Eropa sebesar 113 hingga 27 September.

    Pertengkaran antara pemerintah yang dipimpin konservatif Madrid dan Sánchez, pemimpin Partai Sosialis, telah membuat marah banyak orang Spanyol. Rakyat mengecam tindakan elite yang menggunakan tragedi kesehatan masyarakat untuk pertempuran politik.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id