Biden Terapkan Skala Penuh di Masa Perang untuk Atasi Covid-19

    M Sholahadhin Azhar - 22 Januari 2021 06:33 WIB
    Biden Terapkan Skala Penuh di Masa Perang untuk Atasi Covid-19
    Presiden AS Joe Biden tandatangani 17 perintah eksekutif selepas dilantik. Foto: The New York Times


    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bergerak cepat untuk mengatasi pandemi virus korona. Dia menerapkan ‘skala penuh di masa perang’ dengan menandatangani perintah eksekutif sekaligus arah presiden pada Kamis 21 Januari 2021.

    Langkah itu bertujuan untuk memerangi krisis kesehatan masyarakat terburuk dalam satu abad. Perintah ini termasuk persyaratan baru untuk penggunaan masker di pesawat antarnegara bagian, kereta api dan bus serta bagi wisatawan internasional untuk melakukan karantina setelah tiba di Amerika Serikat.


    "Sejarah akan mengukur apakah kita mampu melaksanakan tugas itu," kata Biden di Ruang Makan Negara Gedung Putih, bersama Wakil Presiden Kamala Harris dan penasihat medisnya, Dr. Anthony S. Fauci, seperti dikutip The New York Times, Jumat 22 Januari 2021.

    Dengan ribuan orang Amerika meninggal setiap hari karena covid-19, jumlah kematian nasional yang melebihi 400.000 dan varian virus baru yang lebih menular menyebar dengan cepat, pandemi tersebut menjadi tantangan paling mendesak dari hari-hari awal Biden menjabat. Bagaimana dia menanganinya akan mengatur nada bagaimana orang Amerika memandang pemerintahannya ke depan, seperti yang diakui Biden sendiri.

    Dalam dokumen setebal 200 halaman yang dirilis Kamis pagi berjudul "Strategi Nasional untuk Respons Covid-19 dan Kesiapsiagaan Pandemi," pemerintahan baru menguraikan jenis respons federal terpusat yang telah lama dituntut oleh Partai Demokrat dan ditolak oleh mantan Presiden Donald J. Trump.

    Terlepas dari seruannya yang berulang-ulang untuk persatuan, presiden yang baru itu mencoba berbicara dengan pendahulunya. “Selama setahun terakhir kami tidak dapat mengandalkan pemerintah federal untuk bertindak dengan urgensi dan fokus serta koordinasi yang kami butuhkan, dan kami telah melihat dampak tragis dari kegagalan itu,” tegas Biden.

    Tetapi rencana Biden dalam beberapa hal terlalu optimis dan dalam hal lain tidak cukup ambisius, kata beberapa ahli. Tidak jelas bagaimana dia akan menegakkan persyaratan karantina. Dan janjinya untuk menyuntikkan 100 juta vaksin covid-19 dalam seratus hari pertama bertujuan rendah, karena 100 hari itu akan menunjukkan dua kali lipat jumlah dosis yang tersedia.

    Biden marah pada pertanyaan reporter ketika dia ditanya apakah tujuannya harus untuk angka vaksinasi yang lebih tinggi. “Ketika saya mengumumkan, Anda semua mengatakan itu tidak mungkin. Beri saya kesempatan, bung,” tutur Biden.

    Halaman Selanjutnya
    Mantan komisaris Food and Drug…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id