FDA Setop Ivermectin Sebagai Obat Terapi Covid-19, Ada Apa?

    Sri Yanti Nainggolan - 23 Agustus 2021 16:13 WIB
    FDA Setop Ivermectin Sebagai Obat Terapi Covid-19, Ada Apa?
    Obat ivermectin (Dok. Medcom.id)



    Jakarta: Penggunaan Ivermectin sebagai obat terapi covid-19 di Amerika Serikat (AS) ditangguhkan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menerima banyak laporan terkait pasien covid-19 yang membutuhkan penanganan medis setelah mendapat terapi Ivermectin.

    "FDA belum menyetujui Ivermectin untuk digunakan dalam mengobati atau mencegah covid-19 pada manusia," ujar poin pertama FDA dalam laman resmi, dikutip Medcom.id, Senin, 23 Agustus 2021. 

     



    Dijelaskan, tablet Ivermectin disetujui pada dosis yang sangat spesifik untuk penyakit karena beberapa cacing parasit, serta ada formulasi topikal (pada kulit) untuk kutu kepala dan kondisi kulit seperti rosacea. Ivermectin bukan antivirus.

    "Mengambil dosis besar obat ini berbahaya dan dapat menyebabkan bahaya serius," tambah FDA. 

    Namun, FDA mengingatkan agar pasien yang mendapat resep ini mencari Ivermectin dari sumber yang sah dengan jumlah yang sudah ditentukan. 

    "Jangan pernah menggunakan obat yang ditujukan untuk hewan pada diri Anda sendiri. Persiapan Ivermectin untuk hewan sangat berbeda dari yang disetujui untuk manusia," demikian poin ketiga. 

    FDA menyatakan belum meninjau data pendukung penggunaan Ivermectin pada pasien covid-19. Namun, beberapa penelitian awal sedang berlangsung. 

    "Ada banyak informasi yang salah di sekitar, dan Anda mungkin pernah mendengar bahwa tidak apa-apa untuk menggunakan Ivermectin dosis besar. Itu salah," tegas FDA. 

    Sebelumnya, Ivermectin disetujui oleh FDA untuk mengobati orang dengan penyakit intestinal strongyloidiasis dan onchocerciasis, dua kondisi yang disebabkan oleh cacing parasit.

    FDA mengingatkan bahwa Ivermectin bisa menyebabkan overdosis. Beberapa gejalanya adalah mual, muntah, diare, hipotensi (tekanan darah rendah), reaksi alergi (gatal dan gatal-gatal), pusing, ataksia (masalah dengan keseimbangan), kejang, koma, dan bahkan kematian.

    Di satu sisi, beberapa bentuk Ivermectin digunakan pada hewan untuk mencegah penyakit cacing hati, serta parasit internal dan eksternal tertentu. Penting untuk dicatat bahwa produk ini berbeda dari produk untuk manusia dan aman jika digunakan sesuai resep untuk hewan saja.

    FDA menekankan bahwa obat hewan sering kali sangat terkonsentrasi karena digunakan untuk hewan besar seperti kuda dan sapi, yang beratnya bisa satu ton atau lebih. "Dosis tinggi seperti itu bisa sangat beracun pada manusia," tambah FDA. 

    Baca: Tok, Ivermectin Sah Jadi Obat Terapi Covid-19

    Padahal, Ivermectin baru saja sah mendapatkan izin menjadi obat covid-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan surat izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) pada 13 Juli 2021.
     
    Dalam izin tersebut terdapat delapan obat terapi covid-19. Termasuk di dalamnya Ivermectin yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik.

    "Telah ditetapkan Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.02.02.1.2.07.21.281 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Kepala BPOM Nomor HK.02.02.1.2.11.20.1126 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persetujuan Penggunaan Darurat (EUA) sebagai acuan bagi pelaku usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengelola obat yang diberikan EUA," bunyi petikan pernyataan BPOM.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id