comscore

Stok Susu Bayi Formula Kosong Bikin Pusing Joe Biden

Medcom - 14 Mei 2022 09:06 WIB
Stok Susu Bayi Formula Kosong Bikin Pusing Joe Biden
Amerika Serikat (AS) tengah dilanda krisis susu bayi formula. Foto: AFP
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu dengan perwakilan produsen dan penjual susu formula di tengah maraknya kekurangan produk asupan bayi tersebut. Target, Walmart, hingga Gerber milik Nestle didesak untuk menambah persediaan produk agar keluarga-keluarga AS bisa mendapatkannya.

Gedung Putih pada Kamis, 12 Mei 2022 mengatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dalam beberapa hari ke depan akan mengumumkan langkah-langkah baru mengenai impor produk susu formula bayi tertentu dari luar negeri. 
Biden juga meminta Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki tindakan merugikan orang lain, seperti pencongkelan harga.

"Apa yang kami lihat, yang merupakan masalah besar, adalah penimbunan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

"Itu juga sesuatu yang kami fokuskan,” imbuh Psaki, seperti dikutip TRT, Sabtu 14 Mei 2022.

Stok susu formula semakin berkurang setelah Abbott Laboratories Februari lalu menarik Similac dan susu formula lain yang dibuat di pabriknya di Michigan. Penarikan produk menyusul keluhan konsumen terkait kontaminasi bakteri. FDA kemudian menyampaikan adanya lima kasus infeksi bakteri pada bayi yang diberi susu formula dari perusahaan tersebut.

Abbott, produsen susu formula terbesar di AS, mengatakan tes menunjukkan satu jenis bakteri yang ditemukan di fasilitasnya tidak memiliki keterkaitan dengan penyakit bayi manapun. Meski begitu, pihaknya memperbarui protokol pembersihan dan kebijakan terkait.

Penutupan pabrik memperburuk masalah persediaan barang di tengah pandemi.

Produsen susu formula besar lain di antaranya Reckitt Benckiser dan Nestle.

Beberapa penjual eceran, seperti Target, CVS Health Corp  dan Walgreens Boots Alliance mengatakan, adanya daya beli terbatas hingga persediaan membaik untuk mencegah penimbunan. Jaksa Agung New York Letitia James juga telah memperingatkan agar tidak mencongkel harga.

Anggota DPR AS merencanakan sidang untuk memecahkan masalah ini pada 25 Mei mendatang.

Ketua DPR Nancy Pelosi menyatakan pihaknya akan memastikan hal ini tidak terjadi lagi, "tapi saat ini bayi menangis, bayi lapar dan kita perlu mengatasi situasinya sekarang."

Bulan lalu, Ketua Komite Alokasi DPR Rosa DeLauro meminta penyelidikan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, karena adanya laporan dari Oktober 2021.

Anggota DPR dari Partai Republik pada hari Kamis melayangkan kritik terhadap pemerintahan Biden. Menurut mereka, seharusnya sudah ada rencana untuk mengatasi kekurangan dengan lebih sigap.

Elise Stefanik, anggota Kongres dari Partai Republik yang tak lama ini melahirkan anak pertamanya, mengaku dirinya sudah menghubungi FDA pada bulan Februari, tapi “tidak memperoleh tanggapan substantif”. 

"Joe Biden sama sekali tidak punya rencana. Faktanya, ketika Gedung Putih Joe Biden ditanya tentang kekurangan (susu formula), mereka tertawa. Memalukan," katanya kepada wartawan.

Sesama anggota Partai Republik, Anne Wagner dari Missouri, mengatakan negara bagiannya adalah salah satu dari enam wilayah yang mengalami kehabisan lebih setengah stok susu bayi.

"Para wanita hamil bertanya-tanya apakah mereka harus mulai menimbun (susu bayi).”

Sementara itu, anggota Kongres Randy Feenstra mengatakan keluarga di negara bagian Iowa bahkan melakukan perjalanan hingga sekitar 160 kilometer demi mendapatkan susu formula. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id