comscore

23 Orang Tewas dalam Pertempuran Antar Grup Pemberontak di Kolombia

Willy Haryono - 04 Januari 2022 11:23 WIB
23 Orang Tewas dalam Pertempuran Antar Grup Pemberontak di Kolombia
Presiden Kolombia Ivan Duque (tengah) berbicara seputar situasi terkini di Arauca. (Colombian Presidency / AFP)
Bogota: Setidaknya 23 orang tewas dalam pertempuran antar grup pemberontak di Kolombia sepanjang akhir pekan kemarin. Sebanyak 20 warga juga terpaksa harus melarikan diri dari rumah mereka karena khawatir terkena imbas pertempuran di negara bagian Arauca.

Dilansir dari voanews, Senin, 3 Januari 2022, kematian puluhan orang ini merupakan indikasi kemunduran bagi Pemerintah Kolombia, yang dinilai berhasil menekan angka pembunuhan usai disepakatinya perjanjian damai dengan Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) pada 2016.

 



Namun kini Pemerintah Kolombia kembali berjuang mengendalikan aksi kekerasan di kantong-kantong pedesaan, di mana sejumlah grup pemberontak kecil dan jaringan pengedar narkotika saling berseteru. Beberapa yang diperebutkan mereka di antaranya rute penyelundupan, ladang koka, tambang ilegal dan beragam aset lainnya.

Arauca adalah rumah bagi sejumlah sumur minyak terbesar di Kolombia, dan juga dilewati sebuah jaringan pipa yang sering menjadi target pencurian minyak. Arauca berada dekat perbatasan Venezuela, dan grup-grup penyelundup narkotika dikenal sudah saling berseteru selama berdekade-dekade.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin kemarin, militer Kolombia mengatakan bahwa aksi kekerasan di Arauca merupakan pertempuran antara grup gerilyawan Pasukan Pembebasan Nasional (ELN) dan mantan personel FARC yang menolak menyepakati perjanjian damai dengan pemerintah.

Militer Kolombia mengatakan, ELN dan mantan personel FARC kini memang sedang berseteru dalam memperkuat dominasi mereka di bidang peredaran narkotika.

Juan Carlos Villate, seorang aktivis hak asasi manusia di kota Tame, mengatakan kepada Blu Radio bahwa dirinya menerima laporan adanya sejumlah warga sipil yang diseret keluar dari rumah dan dieksekusi grup bersenjata. Villate juga menerima laporan mengenai 50 orang hilang dan 27 yang dibunuh sepanjang akhir pekan kemarin.

Human Rights Watch (HRW) menerima laporan 24 kematian dan juga sejumlah penculikan di Arauca. "Tampaknya aliansi antara ELN dan pembelot dari FARC telah berakhir," ucap pakar Kolombia di HRW, Juan Pappier.

Tahun lalu, Arauca menerima ratusan pengungsi yang melarikan diri dari Venezuela menyusul terjadinya pertempuran antara pasukan Venezuela dan grup-grup pecahan FARC.

Baca:  Krisis Imigran Hantam Pesisir Utara Kolombia

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id