Polisi Senior Kecam Derek Chauvin dalam Sidang Kasus George Floyd

    Willy Haryono - 03 April 2021 11:56 WIB
    Polisi Senior Kecam Derek Chauvin dalam Sidang Kasus George Floyd
    Gembok bertuliskan George Floyd dipasang di area dekat gedung tempat berlangsungnya persidangan terhadap Derek Chauvin di Minneapolis pada 2 April 2021. (Stephen Maturen / Getty / AFP)



    Minneapolis: Seorang polisi paling senior di Kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat, turut bersaksi dalam persidangan Derek Chauvin, polisi kulit putih yang dituduh membunuh pria kulit hitam George Floyd. Letnan Richard Zimmerman menyebut apa yang dilakukan Chauvin terhadap Floyd merupakan pelanggaran atas aturan kepolisian.

    Chauvin menindih leher Floyd dengan menggunakan lutut pada 25 Mei 2020. Aksi tersebut terus dilakukan selama beberapa menit meski Floyd terdengar berbicara "saya tidak bisa bernapas" dalam sebuah video.






    Zimmerman mengatakan kepada jaksa Matthew Frank bahwa dirinya sudah melihat video mengenaskan tersebut, dan juga sudah mengamati rekaman lainnya dari kamera yang terpasang di tubuh polisi (bodycam).

    Saat ditanya Frank mengenai aksi Chauvin menindih leher Floyd selama beberapa menit, Zimmerman menegaskan bahwa aksi tersebut, "sangat tidak diperlukan."

    "Menekan tubuh (Floyd) ke jalan, dan menindih leher dengan menggunakan lutut selama beberapa menit tidak dapat dibenarkan," tutur Zimmerman, dilansir dari laman The Japan Times pada Sabtu, 3 April 2021.

    "Saya tidak melihat adanya alasan mengapa beberapa polisi saat itu merasa berada dalam bahaya sehingga harus menggunakan aksi semacam itu," sambungnya.

    Video memperlihatkan Chauvin menindih leher Floyd selama lebih dari sembilan menit. Aksi tersebut dilakukan usai polisi menahan Floyd atas dugaan menggunakan uang palsu USD20 di sebuah toko.

    Kematian Floyd memicu aksi protes masif di AS dan sejumlah negara lain. Tim kejaksaan berusaha membuktikan bahwa aksi Chauvin telah memicu kematian Floyd. Sementara dari kubu Chauvin, pengacara Eric Nelson mengklaim bahwa Floyd meninggal akibat penggunaan narkotika dan beberapa kondisi penyakit bawaan.

    Seorang paramedis telah bersaksi pada Kamis kemarin, dengan mengatakan bahwa Floyd sudah meninggal saat ambulans tiba ke lokasi. Saat itu, Chauvin terlihat masih menekan lututnya ke leher Floyd.

    Bergabung di Kepolisian Minneapolis pada 1985, Zimmerman ditanya apakah dirinya pernah dilatih untuk menggunakan lutut terhadap seseorang yang terbaring dalam kondisi terborgol.

    "Tidak, saya tidak pernah," tegas Zimmerman.

    "Saat seorang tersangka sudah terborgol, maka ia menjadi tanggung jawab penahannya. Keselamatan tersangka berada di tangan polisi yang menahannya," sambung dia.

    "Level ancaman sudah menurun saat seseorang terborgol. Bagaimana bisa orang yang sudah terborgol dapat benar-benar menyakiti Anda?" ungkap Zimmerman.

    Baca: Bela Diri, Derek Chauvin Sebut George Floyd Bertingkah Mencurigakan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id