AS Resmi Bergabung Kembali dengan Perjanjian Iklim Paris

    Willy Haryono - 20 Februari 2021 15:31 WIB
    AS Resmi Bergabung Kembali dengan Perjanjian Iklim Paris
    Menlu AS Antony Blinken di Washington pada 4 Februari 2021. (SAUL LOEB/AFP)



    Washington: Amerika Serikat secara resmi bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris pada Jumat, 19 Februari 2021. Perjanjian yang disepakati negara-negara dunia pada 2015 ini bertujuan membatasi pemanasan global akibat perubahan iklim.

    Beberapa jam usai dilantik pada 20 Januari lalu, Presiden Joe Biden telah menandatangani rangkaian perintah eksekutif. Salah satu yang ditandatangani adalah mengenai proses selama 30 hari bagi AS untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris.






    AS telah keluar dari Perjanjian Iklim Paris tahun lalu di bawah pemerintahan Donald Trump. AS menjadi negara pertama dan satu-satunya yang secara resmi menarik diri sejak pengadopsian kesepakatan tersebut pada 2015.

    Bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris adalah langkah signifikan pemerintahan Biden dalam membalikkan sejumlah kebijakan iklim AS sejak empat tahun terakhir. Di bawah Trump, AS telah melonggarkan atau mencabut berbagai kebijakan di bidang lingkungan hidup.

    Melalui Twitter, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyebut kembalinya AS ke perjanjian tersebut sebagai "hari yang baik dalam perang melawan krisis iklim."

    "AS tidak akan membuang-buang waktu dalam berkomunikasi dengan semua mitra kami dalam membangun ketahanan global," ujar Blinken, dilansir dari laman CNN.

    "Sekarang, meski momen bergabungnya kembali ini merupakan sesuatu yang patut dirayakan, tapi usaha keras dalam beberapa pekan, bulan, dan tahun ke depan jauh lebih penting lagi," ungkapnya.

    Baca:  Indonesia Pegang Teguh Perjanjian Internasional Terkait Perubahan Iklim

    Di bawah perjanjian iklim Paris, negara-negara didorong untuk meningkatkan komitmen mereka untuk memangkas emisi gas rumah kaca setiap lima tahun sekali. Tujuan dari perjanjian ini adalah membatasi pemanasan global di bawah 2 atau 1,5 derajat Celcius.

    Saat dipimpin Barack Obama, AS bertekad memangkas emisi karbon sebesar 26 hingga 28 persen di bawah level 2005 pada 2025 mendatang.

    Tahun 2020 seharusnya menjadi momen bagi negara-negara dalam meningkatkan komitmen mereka. Namun Pandemi Covid-19 menunda konferensi iklim hingga November mendatang di Glasgow, Slotlandia.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id