Kanada Tangguhkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia 55 Tahun ke Bawah

    Willy Haryono - 30 Maret 2021 11:38 WIB
    Kanada Tangguhkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia 55 Tahun ke Bawah
    Seorang tenaga kesehatan memegang vaksin AstraZeneca di Nantes, Prancis pada 25 Maret 2021. (LOIC VENANCE / AFP)



    Ottawa: Otoritas kesehatan Kanada akan menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan perusahaan AstraZeneca untuk warga berusia 55 tahun ke bawah. Penangguhan diberlakukan hingga Kanada menerima analisis terbaru mengenai risiko dan manfaat vaksin AstraZeneca berdasarkan usia dan jenis kelamin penerimanya.

    Langkah penangguhan diambil Kanada usai munculnya sejumlah laporan dari Eropa mengenai penggumpalan darah, pendarahan, dan bahkan kematian terkait penggunaan vaksin AstraZeneca.






    Tidak ada kasus serius terkait penggunaan vaksin AstraZeneca di Kanada, yang sudah digunakan sekitar 307 ribu dosis di negara tersebut.

    Dewan Penasihat Imunisasi Nasional Kanada (NACI) mengatakan bahwa angka rata-rata risiko terjadinya penggumpalan darah di tubuh penerima vaksin AstraZeneca belum dapat ditentukan. Sejauh ini, 40 persen dari total individu yang mengalami penggumpalan darah usai menerima vaksin AstraZeneca telah meninggal.

    Angka tersebut, kata NACI, dapat menurun saat tambahan kasus-kasus serupa terindentifikasi dan dirawat sejak awal. "Dari apa yang diketahui saat ini, ada ketidakpastian substansial mengenai manfaat vaksin AstraZeneca bagi orang dewasa di bawah usia 55 tahun," ujar NACI.

    Merespons keterangan NACi, Dewan Kepala Medis Kesehatan Kanada memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga 55 tahun ke bawah.

    "Kanada masih memiliki beberapa jenis vaksin lain. Sebagian besar pasokan di Kanada berasal dari Pfizer dan Moderna," tutur dewan tersebut, dilansir dari laman Asia One pada Selasa, 30 Maret 2021.

    Sejauh ini, menurut data beberapa situs pemantau, sekitar 11,8 persen dari total populasi Kanada telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

    Selain Kanada, sejumlah negara Eropa dan di kawasan lainnya juga telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Beberapa negara, termasuk Indonesia, sudah melanjutkan kembali penggunaannya usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin AstraZeneca aman untuk digunakan.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Inggris sebelumnya mengatakan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca jauh melampaui risiko-risikonya.

    Baca:  Perbarui Data Uji Coba di AS, Vaksin AstraZeneca Manjur 76 Persen

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id