29 Negara Kecam Arab Saudi Terkait Kasus Pembunuhan Khashoggi

    Marcheilla Ariesta - 16 September 2020 20:23 WIB
    29 Negara Kecam Arab Saudi Terkait Kasus Pembunuhan Khashoggi
    Kolumnis The Washington Post, Jamal Khashoggi, dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Foto: AFP.
    Jenewa: Anggota Uni Eropa dan negara lainnya, termasuk Kanada dan Australia menegaskan kembali Dewan Hak Asasi Manusia (Dewan HAM) harus transparan dan mengadili semua yang bertanggung jawab atas kematian kolumnis The Washington Post, Jamal Khashoggi. 29 negara mengecam Arab Saudi terkait kasus ini.

    "Kami menekankan perlunya akuntabilitas penuh dan penuntutan transparan bagi mereka yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi," kata Duta Besar Jerman untuk PBB di Jenewa, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg mengatakan kepada 47 anggota Dewan HAM atas nama Uni Eropa.

    "Uni Eropa menegaskan kembali keprihatinan kami mengenai penahanan berkepanjangan terhadap perempuan pembela hak asasi manusia, termasuk Loujain Al Hathloul di Arab Saudi," imbuhnya, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 16 September 2020.

    Sementara itu, Denmark membacakan pernyataan terpisah atas nama 29 negara termasuk Australia, Kanada, dan Inggris mengenai Arab Saudi.

    "Masyarakat sipil, pembela HAM, jurnalis, dan oposisi politik masih menghadapi penganiayaan, penahanan, dan intimidasi," kata mereka.

    "Kami sangat menyesali berlanjutnya penahanan terhadap setidaknya lima perempuan pembela HAM yang ditangkap pada 2018," imbuh mereka.

    Dalam pernyataan itu, Arab Saudi didesak membebaskan semua tahanan politik dan sangat prihatin terhadap penggunaan undang-undang kontra terorisme dan ketentuan keamanan lainnya atas individu yang secara damai menggunakan hak mereka.

    Negara-negara ini mencatat bahwa sudah lebih dari setahun lalu, pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar hukum, Agnes Callamard, membagikan kesimpulannya mengenai pembunuhan Khashoggi.

    "Kami mengulangi seruan kami untuk transparansi dan meminta pertanggungjawaban semua pihak," tegas mereka.

    Khashoggi merupakan kolumnis The Washington Post berusia 59 tahun yang dibunuh dan jenazahnya dipotong-potong oleh kelompok operasi Saudi. Kejadian yang menimpanya itu terjadi tak lama usai ia memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.

    Pada 7 September lalu, Pengadilan Kriminal Riyadh meringankan hukuman mati dan menjatuhkan hukuman penjara hingga 20 tahun kepada terdakwa yang diampuni oleh keluarga jurnalis itu.

    Callamard mengatakan putusan jaksa penuntut Saudi atas pembunuhan itu seperti 'parodi keadilan'.

    "Mengenai tanggung jawab individu dari orang terkemuka di negara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dia tetap terlindungi dengan baik dari segara jenis pengawasan di negaranya," ujar Callamard.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id