AS Bandingkan Proses Pemilihan Kepemimpinan Jepang dan Tiongkok

    Willy Haryono - 16 September 2020 07:04 WIB
    AS Bandingkan Proses Pemilihan Kepemimpinan Jepang dan Tiongkok
    Asisten Menlu AS untuk Asia Timur, David Stilwell. (Foto: AFP/Yonhap)
    Washington: Amerika Serikat menyambut baik terpilihnya Yoshihide Suga sebagai ketua baru partai berkuasa Jepang, Partai Demokratik Liberal (LDP). Menggantikan posisi Shinzo Abe, Suga kini merupakan perdana menteri terpilih Jepang.

    AS menilai proses terpilihnya Suga sebagai ketua LDP dan juga PM baru Jepang berlangsung transparan.

    "Itu adalah proses yang melibatkan keinginan masyarakat Jepang. Itu adalah proses demokratik, yang memastikan adanya stabilitas dalam transisi (kekuasaan)," ucap Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Asia Timur, David Stilwell, dalam telekonferensi dari Washington, Selasa 15 September 2020.

    Ia menyebut masih ada beberapa negara di kawasan yang mengabaikan suara rakyat dalam pemilihan pemimpin negara. Salah satu negara yang menjadi sorotan AS dalam hal ini adalah Tiongkok.

    Stilwell mengatakan, pemilihan pemimpin di Tiongkok sama sekali tidak berjalan transparan. Menurutnya, sistem pemilihan pemimpin di Tiongkok tidak mampu menghadirkan stabilitas.

    "Di Tiongkok, ada Sekretaris Jenderal Xi Jinping yang tidak menunjuk calon penggantinya," sebut Stilwell, merujuk pada Presiden Tiongkok.

    "Jadi jika Tiongkok dan Jepang dibandingkan secara kontras, Jepang sudah jelas memiliki bentuk pemerintahan yang sangat stabil. Pemerintahannya juga fleksibel. Kami berharap dapat bekerja sama dengan perdana menteri baru Jepang," pungkasnya.

    Suga, salah satu orang kepercayaan Abe, diyakini akan melanjutkan berbagai kebijakan pendahulunya.
     
    Menurut biografi Isao Mori, ayah Suga menyarankan agar dia bekerja di pertanian keluarga. Tetapi, ia memutuskan untuk pindah ke Tokyo. Suga melakukan pekerjaan serabutan, pertama di perusahaan karton dan kemudian mengemudikan truk di pasar ikan Tsukiji, sebelum mendaftar di Universitas Hosei.
     
    Ketika memutuskan untuk mengejar karier politik, Suga tidak ada koneksi keluarga. Pria 71 tahun itu bahkan meminta pusat layanan karier untuk memperkenalkan dirinya dengan anggota parlemen.
     
    Meski dikenal bukan sebagai tokoh enerjik atau ambisius, Suga memiliki reputasi sebagai politikus yang bekerja secara efisien serta praktis.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id