WHO: Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Usai

    Willy Haryono - 30 Juni 2020 11:17 WIB
    WHO: Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Usai
    Logo di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. (Foto: AFP)
    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan komunitas internasional bahwa pandemi virus korona (covid-19) masih jauh dari usai. Pernyataan disampaikan setelah total kasus covid-19 di level global melampaui 10 juta dengan 500 ribu lebih kematian.

    "Kita semua ingin semua ini berakhir. Kita semua ingin melanjutkan kehidupan seperti biasa," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

    "Tapi kenyataannya adalah, (pandemi covid-19) ini masih jauh dari usai. Meski banyak negara mencatat kemajuan berarti, tapi secara global laju pandemi ini justru meningkat," sambungnya, dilansir dari laman France24, Selasa 30 Juni 2020.

    Covid-19 pertama kali muncul sekitar enam bulan lalu di Tiongkok. Tedros mengatakan, WHO akan kembali mengirim timnya ke Tiongkok pekan depan untuk mencari asal muasal virus tersebut.

    Amerika Serikat kini masih menjadi negara dengan angka kasus dan kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia. WHO mengaku khawatir dengan tren lonjakan kasus di AS dan juga di beberapa negara Amerika Latin, termasuk Brasil.

    Sementara itu, koalisi WHO mengaku membutuhkan USD31,3 miliar (setara Rp448 triliun) dalam perang melawan covid-19. Dana itu akan digunakan untuk melakukan tes serta mengembangkan vaksin covid-19 dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

    "Angka total itu merupakan estimasi untuk 12 terapi dan diagnostik, dan 18 bulan untuk vaksin," kata Dr Ngozi Okonjo-Iwela, utusan khusus program ACT-Accelerator WHO.

    WHO mengatakan program Tools Accelerator dapat menyatukan negara-negara, organisasi kesehatan, ilmuwan, bisnis, masyarakat sipil, dan donatur dalam mempercepat upaya mengakhiri pandemi covid-19.
     
    Menurut catatan terakhir WHO, dana senilai USD3,4 miliar telah digunakan untuk memerangi covid-19. Ini artinya, WHO masih kekurangan sekitar USD27,9 miliar, dan USD13,7 miliar di antaranya "dibutuhkan sesegera mungkin."
     
    "Sudah jelas bahwa untuk mengendalikan covid-19 dan menyelamatkan nyawa, kita membutuhkan vaksin, diagnostik, dan terapi yang efektif," tutur Tedros.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id