Donald Trump Semakin Kehilangan Kepercayaan

    Marcheilla Ariesta - 28 Juli 2020 19:32 WIB
    Donald Trump Semakin Kehilangan Kepercayaan
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP).
    Jakarta: Jelang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat November mendatang, kepercayaan publik internasional terhadap Donald Trump menurun. Trump menjadi calon petahana untuk pilpres 2020 di bawah Partai Demokrat.

    Kepala Departemen Hubungan Internasional Center of Study International Strategic (CSIS) Shafiah Muhibat mengatakan Trump menunjukkan inkonsistensi kebijakan politik luar negeri yang berpengaruh ke berbagai kawasan dunia.

    "Leadership (kepemimpinan) AS di berbagai kawasan dunia menurun. Kebijakan Amerika Serikat, dinilai tak lagi memberikan dampak positif bagi kawasan dunia, terlebih kebijakan Trump yang America First," ucapnya dalam diskusi virtual 'Dampak Pemilu AS terhadap Hubungan RI-AS' yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Selasa, 28 Juli 2020.

    Menurutnya, jika kepercayaan rendah, maka menimbulkan sentimen tidak percaya. Menurutnya, hal ini juga menimbulkan kebingungan bagi negara-negara sekutu AS.

    Shafiah mengatakan bagi negara sekutu, perlakuan AS ke mereka tidak bisa diprediksi. Hal tersebut menjadi beban bagi mereka, salah satunya NATO. Sementara itu, bagi negara rival, kebijakan Trump menjadi sangat transaksional.

    "Bagi negara rival, apa yang dilakukan Trump justru lebih dapat diprediksi. Sehingga negara rival cenderung bisa tahu apa yang akan dilakukan ke depannya oleh Trump," imbuh dia.

    Shafiah mencontohkan berbagai kebijakan kontroversial Trump, yang membuatnya semakin tidak dipercaya dunia internasional. Kebijakan-kebijakan itu antara lain perdagangan/kenaikan tarif, perubahan iklim, senjata nuklir, Korea Utara, perbatasan (dengan Meksiko), dan imigran.

    Menurutnya, kebijakan Presiden AS itu berbanding 180 derajat dari pendahulunya, Barack Obama. Sulit untuk dicari justifikasi atau alasan kebijakan itu diambil Trump, ujar Shafiah.

    Meski demikian, berdasarkan pada PEW Research Center tahun 2020, rival Trump dalam pilpres nanti, Joe Biden dari Partai Demokrat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sang presiden dalam isu internasional. Walaupun berbeda mengenai perubahan iklim, namun keduanya sama dalam hal keamanan ekonomi.

    "Keduanya sepakat menganggap keamanan ekonomi merupakan keamanan nasional. Kalau misalnya Trump dengan jelas menyebut America First, maka kubu Demokrat juga sama," tuturnya.

    "Titik temu kedua, yaitu kedua kandidat sama-sama menekankan kebijakan foreign policy at home. Yaitu dengan memakmurkan kelas menengah. Perdebatan kedua kandidat ini lebih kepada seperti apa bentuk kebijakannya nanti," terangnya.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id