comscore

Italia Bersiap Jalani Persidangan Mafia Terbesar Sejak 1980-an

Willy Haryono - 13 Januari 2021 09:10 WIB
Italia Bersiap Jalani Persidangan Mafia Terbesar Sejak 1980-an
Sebuah bangunan di Calabria, Italia, yang disulap menjadi ruang persidangan untuk proses pengadilan kasus mafia terbesar sejak 1980-an. (AFP)
Roma: Ratusan terduga anggota grup mafia terkuat di Italia dijadwalkan menjalani persidangan terbesar sejak era 1980-an. Total 355 terduga anggota mafia dan pejabat korup telah didakwa dalam penyelidikan panjang otoritas Italia terhadap grup mafia 'Ndrangheta.

Lebih dari 900 saksi mata juga dijadwalkan hadir untuk bersaksi dan memberikan bukti. Dokumen dakwaan meliputi pembunuhan, penyelundupan narkotika, pemerasan, dan pencucian uang.
Dikutip dari laman BBC, persidangan kasus 'Ndrangheta dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Januari 2021, dan diperkirakan berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Baca:  Razia Mafia, Politikus dan Polisi Italia Turut Ditahan

Persidangan akan berlangsung di sebuah bangunan khusus di Calabria, yang merupakan jantung operasi grup mafia 'Ndrangheta. Bangunan tersebut, yang merupakan bekas call centre di kota Lamezia Terme, telah diubah menjadi ruang persidangan dengan kapasitas ratusan orang.

Belum pernah ada persidangan dengan skala sebesar ini di Italia, setidaknya sejak 1980-an.

Berbeda dari persidangan di Italia pada periode 1986-1992, proses pengadilan kali ini hanya ditujukan kepada satu pihak, yakni keluarga Mancuso yang membentuk grup kuat bernama 'Ndrangheta. 

Meski 'Ndrangheta sekarang lebih besar dari Cosa Nostra, aktivitas klan Mancuso disebut-sebut hanya berkutat di provinsi Vibo Valentia, Calabria.
 
 

Dalam sidang praperadilan, kantor berita AFP mengatakan bahwa proses membacakan nama seluruh terdakwa berlangsung selama lebih dari tiga jam. Para terdakwa terdiri dari politisi, polisi, pegawai negeri sipil serta ratusan terduga anggota dan kaki tangan 'Ndrangheta.

Terdakwa yang paling mendapat sorotan adalah terduga bos 'Ndrangheta, Luigi Mancuso, yang juga dikenal dengan sebutan "Paman." Terdakwa yang juga mendapat sorotan memiliki julukan "Si Serigala," "Si Gendut," dan "Si Pirang."

Jumlah terdakwa meningkat menjadi lebih dari 400 usai 92 tersangka yang menjalani persidangan terpisah, dimasukkan dalam daftar. Mereka meliputi Giancarlo Pittelli, seorang pengacara dan mantan senator untuk bekas perdana menteri Silvio Berlusconi dari partai Forza Italia.

Pittelli membantah menghubungkan 'Ndrangheta dengan dunia politik dan sejumlah institusi kuat lainnya di Italia. Sebagian besar terdakwa dalam persidangan 'Ndrangheta ini ditangkap dalam rangkaian penggerebekan di Italia, Jerman, Swiss, dan Bulgaria pada Desember 2019.

(WIL)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id