Biden Tunda Penjualan Senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab

    Fajar Nugraha - 28 Januari 2021 09:04 WIB
    Biden Tunda Penjualan Senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab
    Jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat (AS) termasuk yang ditawarkan ke Uni Emirat Arab. Foto: AFP



    Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden menunda sementara penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Kesepakatan itu sebelumnya ditandatangani oleh Donald Trump.

    Penundaan senjata ke luar negeri ini, dianggap oleh pemerintahan Biden sebagai prosedur rutin untuk meninjau kesepakatan.






    Pengumuman itu datang hanya satu hari setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken dikukuhkan oleh Senat, dan disebut-sebut sebagai "tindakan administratif rutin" saat pemerintahan baru menempati jabatan baru mereka.

    “Pihak Kementerian untuk sementara waktu menghentikan pelaksanaan beberapa transfer dan penjualan pertahanan AS yang tertunda di bawah Penjualan Militer Asing dan Penjualan Komersial Langsung untuk memungkinkan kepemimpinan yang masuk mendapat kesempatan untuk meninjau," sebut juru bicara Kemenlu Luar Negeri AS kepada Fox News, Kamis 28 Januari 2021.
    “Ini adalah tindakan administratif rutin yang khas untuk hampir semua transisi, dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan tata kelola yang baik. Serta memastikan penjualan senjata AS memenuhi tujuan strategis kami untuk membangun mitra keamanan yang lebih kuat, dapat dioperasikan, dan lebih mampu," juru bicara tersebut ditambahkan.

    Kementerian Luar Negeri belum mengonfirmasi negara mana yang akan melihat kesepakatan senjata dibekukan, tetapi laporan oleh Wall Street Journal Rabu mencatat bahwa Arab Saudi dan UEA diperkirakan termasuk di antara negara-negara yang terkena dampak.

    AS dan UEA menandatangani kesepakatan USD23 miliar akhir tahun lalu yang akan memberi negara Timur Tengah itu 50 jet F-35 dan 18 drone bersenjata, bersama dengan peralatan keamanan lainnya.

    Perjanjian tersebut menyusul normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan UEA pada Agustus. Meskipun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu awalnya menyebut laporan seputar kesepakatan senjata itu "berita palsu."

    "Perjanjian perdamaian dengan UAE tidak memasukkan klausul apa pun tentang masalah ini, dan Amerika Serikat mengklarifikasi kepada Israel bahwa itu akan selalu melindungi keunggulan kualitatif Israel," kata Netanyahu pada Agustus.

    Halaman Selanjutnya
    Tetapi Duta Besar UEA untuk…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id