comscore

PM Inggris: Jika Putin Perempuan, Perang di Ukraina Tak Akan Pernah Terjadi

Willy Haryono - 29 Juni 2022 13:52 WIB
PM Inggris: Jika Putin Perempuan, Perang di Ukraina Tak Akan Pernah Terjadi
PM Inggris Boris Johnson saat menghadiri rangkaian KTT G7 di Jerman, 26 Juni 2022. (Markus Schreiber / POOL / AFP)
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan pernah memulai perang "gila dan macho" di Ukraina jika orang nomor satu di Negeri Beruang Merah itu adalah perempuan.

Ia juga mengatakan bahwa di saat jajaran pemimpin G7 "sangat ingin" perang di Ukraina berakhir, sejauh ini "tidak ada perjanjian apa pun" yang bisa mendorong ke arah sana.
Berbicara usai KTT G7 di Jerman, PM Johnson mengatakan kepada media ZDR bahwa, "jika Putin adalah perempuan, yang tentu saja bukan, tapi seandainya jika memang demikian, maka saya rasa dia tidak akan melancarkan invasi gila dan macho ini."

"Jika Anda menginginkan contoh sempurna dari perilaku toxic masculinity, lihat saja apa yang dia (Putin) lakukan di Ukraina," sambungnya, dikutip dari Irish Examiner, Rabu, 29 Juni 2022.

"Itulah mengapa kita membutuhkan lebih banyak pemimpin perempuan," tutur PM Johnson.

Mengenai KTT G7, ia menilai pertemuan selama tiga hari di pegunungan Alpen Bavaria itu berlangsung "luar biasa." PM Johnson mengatakan bahwa para pemimpin G7 dan negara sahabat kini semakin menjalin kedekatan.

"Logikanya tentu saja, semua orang ingin perang berakhir. Tapi saat ini tidak ada perjanjian apa pun," sebut PM Johnson.

"Putin tidak menawarkan perjanjian apapun, dan (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky juga tidak dapat menyodorkan perjanjian," lanjutnya.

PM Johnson mengatakan bahwa Barat harus mendukung Ukraina dalam hal strategi militer, untuk membantu Kiev dalam mengubah dinamika peperangan. Ia juga meminta agar Zelensky mendapat semua bantuan yang dibutuhkan agar saat dialog terjadi suatu saat nanti, sang presiden sudah siap melakukannya.

"Kami sangat ingin memberikan ketahanan strategis kepada masyarakat Ukraina," pungkas PM Johnson.

Baca:  Italia Tegaskan Sanksi terhadap Rusia Diperlukan untuk Dorong Negosiasi

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id