comscore

AS akan Bangun Penyimpanan di Perbatasan Ukraina untuk Ekspor Biji-bijian

Marcheilla Ariesta - 15 Juni 2022 12:01 WIB
AS akan Bangun Penyimpanan di Perbatasan Ukraina untuk Ekspor Biji-bijian
Gandum Ukraina yang dipanen. Foto: AFP
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, silo sementara akan dibangun di sepanjang perbatasan dengan Ukraina. Ini upaya AS untuk membantu Ukraina mengekspor lebih banyak biji-bijian dan mengatasi krisis pangan global yang berkembang.

Sejak invasi Rusia dan blokade pelabuhan Laut Hitam Ukraina, pengiriman biji-bijian terhenti dan lebih dari 20 juta ton terjebak dalam silo. Ukraina mengatakan menghadapi kekurangan silo untuk tanaman baru.
Perang memicu harga biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk.

Rusia dan Ukraina menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global. Ukraina juga merupakan pengekspor utama minyak jagung dan bunga matahari, sedangkan Rusia pengekspor pupuk utama.

"Saya bekerja sama dengan mitra Eropa kami untuk membawa 20 juta ton biji-bijian yang dikunci di Ukraina ke pasar untuk membantu menurunkan harga pangan," kata Biden dalam konvensi serikat pekerja di Philadelphia, dikutip dari AFP, Rabu, 15 Juni 2022.

"(Biji-bijian) itu tidak bisa keluar melalui Laut Hitam karena akan 'terlempar keluar' dari air," sambungnya.

Sejak perang dimulai, Ukraina dan Rusia telah memasang ranjau laut. Sekitar 84 kapal asing terjebak di pelabuhan Ukraina - banyak dengan muatan biji-bijian di dalamnya.

Biden mengatakan, Washington sedang mengembangkan rencana untuk mengeluarkan biji-bijian dengan kereta api. Namun, ia mencatat bahwa pengukur lintasan Ukraina berbeda dari yang ada di Eropa.

Dengan demikian, biji-bijian harus dipindahkan ke kereta yang berbeda di perbatasan.

"Jadi kami akan membangun silo sementara di perbatasan Ukraina, termasuk Polandia," ucap Biden.

"Gandum dapat dipindahkan dari gerbong kereta api Ukraina ke silo baru, dan kemudian ke gerbong barang Eropa untuk mengeluarkannya ke laut dan membawanya ke seluruh dunia," sambung Biden.

Meski demikian, sambungnya, rencana itu akan memakan waktu.

Kepala Staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andriy Yermak menambahkan, silo mungkin berguna untuk ketahanan pangan. Namun, ada hal lain yang diinginkan negaranya.

"Kami juga membutuhkan koridor hijau untuk pelabuhan kami," serunya.

Kementerian pertanian Ukraina menuturkan, negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan untuk menyediakan silo sementara untuk melestarikan panen dan mengamankan pasokan biji-bijian di masa depan.

Ukraina mengatakan cara terbaik untuk membuat ekspor biji-bijian bergerak lagi adalah melalui pengiriman Laut Hitam.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id