Joyce Lin, Pilot Pesawat Jatuh di Papua yang Ahli TI

    Fajar Nugraha - 15 Mei 2020 11:25 WIB
    Joyce Lin, Pilot Pesawat Jatuh di Papua yang Ahli TI
    Joyce Lin meninggal ketika pesawat yang diterbangkannya jatuh di Danau Sentani. Foto: MAF
    Maryland: Joyce Lin meninggal ketika pesawat yang diterbangkannya jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada 12 Mei 2020. Misionaris itu terjadi seorang spesialis teknologi informasi (TI) yang lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

    Misionaris berusia 40 tahun dari Maryland itu menerbangkan pesawat yang membawa alat uji virus korona ke Distrik Mamit. Namun pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas, kata para pejabat.

    Baca: Pesawat Jatuh di Danau Sentani.

    Joyce Lin, dikenali pilot Kodiak dan spesialis TI untuk Mission Aviation Fellowship (MAF) yang bermarkas di Idaho, Amerika Serikat (AS). Dia berangkat dari Bandara Sentani di Provinsi Papua pada Selasa pagi dengan penerbangan satu jam ke Mamit.

    “Dalam beberapa menit lepas landas, dia melaporkan keadaan darurat dan pesawat turun ke Danau Sentani. Joyce adalah satu-satunya orang di pesawat itu,” menurut sebuah pernyataan dari MAF, seperti dikutip The New York Post, Jumat, 15 Mei 2020.

    “Penyelamat Indonesia kemudian mengonfirmasi bahwa Joyce tidak selamat dari kecelakaan itu. Staf MAF di Papua dan Jakarta bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan kecelakaan,” tambahnya.

    Ahmad Musthofa Kamal, juru bicara kepolisian di Papua mengatakan, pesawat Lin tampaknya memiliki masalah teknis dua menit setelah lepas landas. Dia mengirim panggilan darurat sebelum kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Tim penyelamat menemukan tubuhnya dua jam setelah kecelakaan di kedalaman sekitar 43 kaki di Danau Sentani.

    Lin, yang meraih gelar sarjana dan master dari Massachusetts Institute of Technology, lulus pada 2017 dari Gordon-Conwell Theological Seminary di Massachusetts.

    “Dia bergabung dengan MAF setelah bekerja selama lebih dari 10 tahun sebagai spesialis komputer untuk agensi Kristen internasional, yang mengirimkan pasokan makan dan misionaris ke daerah-daerah terpencil di 13 negara,” menurut Salem News.

    Lin, yang bergabung dengan MAF pada 2017, adalah seorang pilot berpengalaman tetapi baru-baru ini telah diberikan persetujuan oleh MAF untuk menerbangkan misi solo. Dia membutuhkan pelatihan intensif karena medan yang sulit pada pertemuan pilot.

    Dalam buletin baru-baru ini yang dikirim ke orang-orang yang mendukung pekerjaannya, Lin menggambarkan bagaimana dia baru saja menyelesaikan penerbangan solo pertamanya, mengirimkan pasokan ke Mamit, tempat dia mendarat di landasan terbang yang dibangun di sisi gunung.

    Lin kemudian disiram air sebagai bagian dari tradisi organisasinya untuk memberi selamat kepada para pilot yang telah menyelesaikan solo pertama mereka.

    "Bagi saya, solo itu adalah puncak dari perjalanan 10 tahun untuk menjadi pilot misionaris," tulis Lin, menurut Salem News.

    “Begitu banyak orang telah membantu saya selama rentang satu dekade untuk mencapai titik ini, dan saya sangat berterima kasih,” sebut Lin saat itu.

    Baca: Pesawat Jatuh di Danau Sentani Membawa APD.

    Kalimat terakhir bio MAF-nya berbunyi, “Sementara Joyce akan selalu bersemangat untuk menerbangkan pesawat dan bekerja di komputer, dia paling bersemangat untuk berbagi kasih Yesus Kristus dengan membantu mengubah keputusasaan orang lain yang dalam dan berkabung menjadi tarian dan kegembiraan. ”

    Perempuan yang dibesarkan di Colorado dan Maryland ini, meninggalkan orangtua dan dua saudara perempuannya. "Joyce adalah cahaya yang memantulkan Yesus, dan dia akan sangat dirindukan," kata MAF dalam pernyataannya.

    Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, menuturkan pesawat tersebut membawa peralatan medis untuk di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara. Dia mengungkap Distrik Mamit sempat mengontak meminta sejumlah alat kesehatan, pada dua hari lalu.
     
    "Mereka minta kami agar dikirimkan alat rapid test, alat VTM (Viral Transport Medium untuk pengujian covid) dan baju APD (Hazmat). Tetapi Tuhan berkehendak lain, pesawat mengalami kecelakaan," kata Silwanus, Kamis, 14 Mei 2020.

    Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sebanyak 3.518 pasien korona di Indonesia dinyatakan sembuh pada Kamis sore, 14 Mei 2020. Total kasus positif hari ini menjadi 16.006 kasus. Kemudian pasien meninggal menjadi 1.043 pasien.






    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id