comscore

Menlu Rusia Minta Jaminan Keamanan Jangka Panjang dari AS

Marcheilla Ariesta - 03 Desember 2021 12:35 WIB
Menlu Rusia Minta Jaminan Keamanan Jangka Panjang dari AS
Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) dan Menlu AS Antony Blinken (kiri)./AFP
Stockholm: Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow membutuhkan 'jaminan keamanan jangka panjang' untuk menghentikan ekspansi NATO ke arah timur. Hal ini disampaikan Lavrov kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken.

Lavrov dan Blinken berada di Stockholm untuk menghadiri pertemuan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE). Kegiatan ini merupakan salah satu dari forum dialog internasional yang diikuti AS dan Rusia.

 



Selama pertemuan bilateral dengan Blinken, Lavrov mengatakan, Moskow menginginkan janji yang mengikat secara hukum bahwa Ukraina tidak akan diizinkan untuk bergabung dengan NATO.

"Kami minta janji AS untuk tidak menarik Ukraina ke dalam permainan geopolitik mereka, yang akan memaksa Rusia mengambil tindakan pembalan untuk meluruskan keseimbangan militer-strategis," kata Lavrov dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Kami juga menginginkan janji NATO akan menghentikan ekspansi ke timur," kata Lavrov, dilansir dari AFP, Jumat, 3 Desember 2021.

Baca juga: Rusia-AS Kembali Tegang, Keduanya Saling Usir Diplomat

Menurutnya, janji tersebut akan menjadi jaminan keamanan jangka panjang di perbatasan mereka. "Ini waktu yang tepat untuk membuat jaminan keamanan jangka panjang yang mengikat secara hukum," terangnya.

Rusia berencana untuk mempresentasikan proposal konkret dalam waktu dekat dan mengharapkan Barat untuk menganggapnya serius.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali mengatakan dia menginginkan kesepakatan nyata bahwa NATO tidak akan memperluas ke timur.

Ukraina dan sekutu Baratnya membunyikan alarm sejak bulan lalu atas penumpukan pasukan baru Rusia di sekitar perbatasan Ukraina. Kiev menduga ada kemungkinan invasi musim dingin.

Rusia, yang merebut Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis yang memerangi Kiev, membantah keras pihaknya merencanakan serangan dan menyalahkan NATO karena memicu ketegangan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id