AS Sebut Diplomasi Satu-satunya Solusi untuk Perang Saudara Ethiopia

    Medcom - 25 November 2021 17:09 WIB
    AS Sebut Diplomasi Satu-satunya Solusi untuk Perang Saudara Ethiopia
    Para pendukung pasukan Pemerintah Ethiopia. Foto: AFP



    Washington: Amerika Serikat (AS) memperingatkan tidak ada solusi militer untuk perang saudara Ethiopia. Mereka menegaskan, diplomasi adalah pilihan pilihan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah ini.

    Media melaporkan Perdana Menteri Abiy Ahmed berada di garis depan saat pasukan pemerintah memerangi pemberontak dari wilayah Tigray.

     



    "Tidak ada solusi militer untuk konflik di Ethiopia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, dilansir dari AFP, Kamis, 25 November 2021.

    Baca: Lawan Pemberontak Tigray, PM Ethiopia Turun di Garis Terdepan.

    "Kami mengetahui laporan bahwa Perdana Menteri Abiy berada di garis depan hari ini, dan media melaporkan para atlet terkemuka Ethiopia, anggota parlemen, pemimpin partai dan regional yang juga telah mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dengan Perdana Menteri di garis depan," imbuhnya.

    AS mendesak semua pihak untuk menahan diri, menghormati hak asasi manusia, mengizinkan akses kemanusiaan, dan melindungi warga sipil.

    Pernyataan oleh Washington datang satu hari setelah utusan khusus AS untuk Afrika melaporkan 'ada kemajuan' menuju penyelesaian diplomatik antara pemerintah dan pemberontak Tigrayan. Namun, Jeffrey Feltman memperingatkan hal itu berisiko dikalahkan oleh perkembangan mengkhawatirkan di lapangan.

    Informasi mengenai ketibaan Abiy di garis depan pertempuran disampaikan media lokal Ethiopia, Fana Brodcasting Corporate. Mereka melaporkan, Abiy akan melanjutkan kepemimpinan negara dari medan tempur.

    Meski memastikan Abiy sudah berada di garis depan, keberadaan sang kepala pemerintahan dirahasiakan. Militer maupun otoritas pertahanan Ethiopia lainnya memilih bungkam soal di mana sang PM berada.

    Konflik di Ethiopia bermula pada November 2020. Saat itu, Abiy mengirim pasukan ke Tigray untuk menumbangkan kekuasaan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang berkuasa di sana.

    Abiy beralasan, pengerahan pasukan adalah respons penyerangan kamp militer yang dilakukan TPLF. Serangan yang dilakukan pada akhir 2020 lalu berhasil menendang TPLF dari Tigray. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id