comscore

AS Benarkan Laporan NYT Soal Serangan Udara yang Tewaskan Warga Suriah

Willy Haryono - 15 November 2021 10:13 WIB
AS Benarkan Laporan NYT Soal Serangan Udara yang Tewaskan Warga Suriah
Pesawat jet tempur F-15E Strike Eagle dari Angkatan Udara AS terbang di langit Lakenheath, Inggris, 15 Juni 2020. (CHRIS RADBURN / AFP)
Washington: Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan bahwa laporan media New York Times (NYT) mengenai serangan udara AS yang menewaskan warga sipil Suriah di tahun 2019 "benar adanya."

Akhir pekan kemarin, NYT dalam laporannya menyebutkan bahwa gugus tugas khusus AS melakukan serangan udara di Baghuz, Suriah pada 2019, yang berujung pada tewasnya 70 warga sipil -- mayoritas perempuan dan anak-anak.
Merespons NYT, CENTCOM menatakan serangan udara tersebut merupakan langkah "membela diri yang sah," dan "proporsional." CENTCOM juga mengatakan "langkah-langkah yang tepat telah diambil untuk memastikan tidak adanya kehadiran warga sipil."

Investigasi, lanjut CENTCOM, telah dilakukan setelah sebuah laporan militer mengindikasikan adanya kematian dari kalangan sipil. Berbeda jauh dari angka NYT, CENTCOM menyebut serangan udara pada 2019 menewaskan setidaknya empat warga sipil dan melukai delapan lainnya.

"Kami menginvestigasi serangan sesuai bukti-bukti yang kami miliki, dan bertanggung jawab penuh atas hilangnya nyawa (warga sipil) yang tidak disengaja," tutur juru bicara CENTCOM, Bill Urban, dilansir dari France 24, Senin, 15 November 2021.

Dalam laporan NYT, sebuah pesawat jet tempur F-15E dari Angkatan Udara AS menjatuhkan sebuah bom di tengah kerumunan dekat tepi sungai Suriah pada 18 Maret 2019. Saat sekelompok orang yang masih selamat berusaha melarikan diri, jet yang sama menjatuhkan bom susulan, menewaskan sebagian besar dari mereka.

"Serangan Baghuz merupakan salah satu insiden warga sipil terbesar dalam perang melawan ISIS, tapi tidak pernah diakui secara terbuka oleh militer AS," lapor NYT.

Disebutkan juga dalam laporan NYT bahwa seorang pejabat AS menandai serangan tersebut sebagai insiden yang berpotensi masuk kategori kejahatan perang dan perlu diinvestigasi. Namun di hampir tiap tahapan, sebut NYT, militer AS mengambil berbagai langkah untuk menutupinya.
 
"Angka korban tewas dikurangi. Laporannya juga ditunda dan kemudian dimasukkan dalam kategori rahasia negara. Koalisi AS membuldoser lokasi kejadian, dan jajaran petinggi juga tidak diinformasikan," lapornya.

Baca:  NYT: AS Tutupi Serangan Udara yang Tewaskan 70 Warga Suriah

Bill Urban mengatakan investigasi CENTCOM "tidak secara konklusif menetapkan status lebih dari 60 korban jiwa lainnya." CENCTCOM menyebut bahwa sejumlah perempuan dan anak-anak, "baik melalui indoktrinasi atau pilihan pribadi, memutuskan untuk ikut berperang sehingga mereka tidak bisa diklasifikasikan sebagai warga sipil."

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id