10 Mantan Menhan AS Kecam Trump Terkait Klaim Kecurangan Pemilu

    Willy Haryono - 04 Januari 2021 13:36 WIB
    10 Mantan Menhan AS Kecam Trump Terkait Klaim Kecurangan Pemilu
    Presiden AS Donald Trump. (AFP)
    Washington: Sepuluh mantan menteri pertahanan Amerika Serikat beramai-ramai mengingatkan petahana Donald Trump untuk tidak melibatkan kekuatan militer dalam upaya membalikkan hasil pemilihan umum AS. Sejak berakhirnya pemilu AS pada November tahun lalu, Trump berulang kali melayangkan klaim tak berdasar mengenai adanya kecurangan masif.

    Kesepuluh mantan Menhan AS, berasal dari Partai Demokrat dan juga Republik, telah menuliskan pernyataan gabungan yang dimuat di kantor berita The Washington Post. Mereka mempertanyakan sikap Trump yang hingga kini belum juga mau mengakui kekalahannya dari Joe Biden.

    Baca:  Trump Tak Kunjung Menyerah, Biden Terapkan Strategi Ini

    Hampir semua gugatan hukum Trump terkait hasil pemilu telah dimentahkan, karena otoritas dari semua negara bagian yang meliputi jajaran pejabat Demokrat dan Republik menyatakan tidak adanya kecurangan masif.

    "Waktu untuk mempertanyakan hasil (pemilu) sudah berlalu. Kini saatnya melakukan penghitungan resmi suara elektoral, sesuai dengan yang tertulis di Konstitusi," tulis kesepuluh mantan Menhan AS, dilansir dari laman Al Arabiya pada Senin, 4 Januari 2021.

    Mereka juga mengingatkan Trump untuk tidak menggunakan kekuatan militer dalam bentuk apapun untuk mengubah hasil pemilu. Langkah semacam itu dinilai mereka dapat membuat AS terjerembab ke wilayah "berbahaya dan inkonstitusional."

    "Warga sipil atau personel militer yang mengarahkan atau melakukan aksi semacam itu akan mendapat konsekuensi serius," ungkap kesepuluh mantan menhan.

    Sejumlah perwira senior AS, termasuk ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, mengatakan bahwa militer tidak memainkan peran apapun dalam menentukan hasil pemilu. Ia menegaskan, loyalitas militer AS hanyalah kepada konstitusi, bukan tokoh atau partai politik tertentu.

    Masih dalam artikel mereka, kesepuluh mantan menhan mengingatkan potensi terjadinya konflik dalam transisi kekuasaan di internal Kemenhan AS atau Pentagon. Beberapa waktu lalu, Biden sempat mengeluhkan adanya upaya segelintir pejabat Pentagon yang berniat menghambat jalannya transisi.

    Menurut kesepuluh mantan menhan, transisi kekuasaan di AS harus berlangsung mulus demi mencegah adanya pihak-pihak tertentu yang dapat memanfaatkan kesempatan di tengah kekisruhan politik.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id