Trump Kesal Fauci Sering Dapat Pemberitaan Positif di Media

    Willy Haryono - 04 Januari 2021 15:18 WIB
    Trump Kesal Fauci Sering Dapat Pemberitaan Positif di Media
    Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Dr Anthony Fauci di Gedung Putih. (AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular ternama di AS, lebih sering mendapat pemberitaan positif di media ketimbang dirinya. Trump merasa dirinya layak mendapat pemberitaan positif di media terkait perang melawan virus korona (covid-19).

    "Dr Fauci dipuja-puja media sebagai profesional hebat yang disebut-sebut telah melakukan pekerjaan luar biasa. Tapi dia itu bekerja untuk saya, dan saya justru tidak mendapat apresiasi apapun," tulis Trump via Twitter.

    "Ya ampun, apakah pemberitaan bisa jauh lebih palsu daripada ini?" lanjutnya, dilansir dari laman Independent pada Senin, 4 Januari 2021. Selama ini, Trump sering menyebut pemberitaan yang menyudutkan dirinya sebagai berita palsu atau Fake News.

    Fauci adalah salah satu anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Gedung Putih. Namun ia dan Trump sering berselisih mengenai berbagai hal selama pandemi covid-19.

    Perselisihan Fauci dan Trump meliputi berbagai isu, mulai dari penggunaan masker di ruang publik hingga aturan menjaga jarak sosial (social distancing). Menjelang pemilihan umum AS pada 3 November lalu, Trump sempat mengindikasikan hendak memecat Fauci usai berakhirnya pemilu.

    Baca:  Fauci Sama Sekali Tak Terkejut Trump Terinfeksi Covid-19

    Pernyataan terbaru Trump dilontarkan usai Trump mengecam klaim presiden mengenai data-data seputar covid-19 yang "dibesar-besarkan." Fauci menegaskan, jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 di AS adalah nyata, tidak dikurangi atau dilebih-lebihkan.

    "Jumlah kasus dan kematian dari virus Tiongkok ini terlalu dibesar-besarkan di AS. Sebut saja ini sebagai sebuah Berita Palsu Covid!" tulisnya di Twitter.

    "Coba Anda pergi ke rumah sakit, ke unit perawatan intensif, dan lihat apa yang terjadi. Angka-angka tersebut benar adanya, kematiannya juga nyata," tutur Fauci dalam program Meet the Press dari kantor berita NBC.
     
    Mengenai tingginya angka kematian ini, Fauci mengaku melihat adanya sedikit harapan dari meningkatnya laju vaksinasi di seantero negeri. Saat ini, jumlah warga AS yang sudah mendapat suntikan vaksin covid-19 telah melampaui 4 juta.

    Angka tersebut jauh lebih rendah dari target 20 juta untuk periode Desember 2020. "Ada beberapa hambatan, dan itu merupakan hal wajar," tutur Fauci.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id