PBB Sambut Baik Rencana Perdamaian Arab Saudi untuk Konflik Yaman

    Willy Haryono - 24 Maret 2021 11:56 WIB
    PBB Sambut Baik Rencana Perdamaian Arab Saudi untuk Konflik Yaman
    Pemandangan di salah satu sudut kota Sanaa, Yaman, yang rusak dalam pertempuran antara Houthi dan koalisi Arab Saudi. (AFP)



    New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik rencana perdamaian yang ditawarkan Arab Saudi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Yaman. Guterres menegaskan PBB selalu menerima segala upaya yang diajukan pihak manapun terkait isu Yaman.

    Rencana perdamaian Arab Saudi juga dinilai sejalan dengan upaya PBB selama ini yang dilakukan Utusan Khusus untuk Yaman, Martin Griffiths.

     



    "Sekjen menyambut baik semua langkah yang bertujuan mendekatkan pihak-pihak terkait (konflik Yaman) ke sebuah resolusi," ujar juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam keterangan di situs UN News pada Selasa, 23 Maret 2021.

    Selama ini Griffiths yang mewakili PBB terus mendorong upaya penyelesaian konflik Yaman dengan fokus utama memberlakukan gencatan senjata berskala nasional. Konflik sejak 2015 ini berlangsung antara pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung koalisi Arab Saudi.

    Puluhan ribu orang tewas dalam konflik berkepanjangan tersebut, yang juga membuat sekitar 21 juta warga Yaman membutuhkan bantuan dan perlindungan darurat. PBB menyebut konflik Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terbesar di era modern.

    Pemerintah Yaman menyambut baik rencana perdamaian Arab Saudi, sementara Houthi cenderung bersikap skeptis. Perdana Menteri Yaman Maeen Abdulmalik mengatakan bahwa tawaran rencana perdamaian yang disodorkan Arab Saudi untuk menyelesaikan konflik Yaman akan memperlihatkan sifat asli Houthi.

    Baca:  PM Yaman: Tawaran Damai Saudi akan Perlihatkan Sifat Asli Houthi

    Abdulmalik, PM Yaman yang memimpin dari kota Aden, mengatakan bahwa tawaran Saudi membuat Houthi terpaksa harus berhadapan langsung dengan masyarakat Yaman.

    "(Houthi) menghadapi konfrontasi nyata dengan masyarakat Yaman dan komunitas internasional. Nantinya akan terlihat siapa yang menolak upaya damai dan berkukuh untuk melanjutkan perang," kata Abdulmalik.

    Rencana perdamaian Saudi disampaikan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan di Riyadh beberapa hari lalu. Agar rencana ini berhasil, Arab Saudi bersedia melakukan konsesi dengan membuka lalu lintas udara dan laut untuk wilayah Sanaa dan Hudaidah. Selama ini, pembukaan lalu lintas tersebut merupakan salah satu permintaan utama Houthi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id