comscore

Uni Eropa akan Tambah Bantuan Jika Taliban Penuhi Hak Masyarakat Afghanistan

Marcheilla Ariesta - 26 Januari 2022 22:28 WIB
Uni Eropa akan Tambah Bantuan Jika Taliban Penuhi Hak Masyarakat Afghanistan
Pertemuan Taliban dan Uni Eropa di Norwegia./AFP
Oslo: Para diplomat Uni Eropa mengaitkan bantuan kemanusiaan yang mereka berikan ke Afghanistan dengan peningkatan hak asasi manusia di negara tersebut. Mereka mengatakan, akan memberikan lagi bantuan kemanusiaan jika Taliban memenuhi janji-janji terdahulu, termasuk pemenuhan hak masyarakat Afghanistan.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Taliban di Norwegia. Delegasi Taliban yang beranggotakan 15 orang itu mengadakan pembicaraan tertutup dengan beberapa diplomat Barat pada 25 Januari kemarin.
Menteri Luar Negeri Norwegia, Henrik Thune menegaskan, pertemuan itu bukan awal dari proses 'terbuka' pada Taliban.

"Kami akan mengajukan tuntutan nyata di depan Taliban, bahwa kita dapat menindaklanjuti (pemberian bantuan) dengan melihat apakah (janji) mereka telah dipenuhi," kata Thune, dilansir dari AFP, Rabu, 26 Januari 2022.

Tuntutan itu mencakup kemungkinan pemberian bantuan kemanusiaan langsung kepada rakyat Afghanistan. Norwegia juga menyerukan agar hak asasi manusia dihormati, khususnya perempuan dan minoritas, seperti akses ke pendidikan dan layanan kesehatan, hak untuk bekerja, dan kebebasan bergerak.

Baca juga: Taliban Temui Diplomat Barat Bahas Kebebasan untuk Perempuan

"Kami menggarisbawahi perlunya sekolah dasar dan menengah agar dapat diakses oleh anak laki-laki dan perempuan di seluruh negeri ketika tahun ajaran dimulai pada Maret mendatang," kata Utusan khusus Uni Eropa untuk Afghanistan, Tomas Niklasson di Twitter.

Niklasson memberi tahu delegasi Taliban bahwa Uni Eropa akan melanjutkan bantuan kemanusiaannya ke Afghanistan dan menyerukan pertemuan lanjutan.

Anggota Taliban berusaha untuk menghentikan perempuan dari memprotes hak-hak mereka di Kabul, juga untuk mendapat hak pendidikan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri pemerintah yang dipimpin Taliban Abdul Qahar Balkhi mengatakan Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi berterima kasih atas bantuan yang akan diberikan Uni Eropa.

"Dalam pertemuan itu, kami menekankan hubungan dan kerja sama yang positif," tutur dia.

Situasi kemanusiaan Afghanistan memburuk dengan cepat sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus. PBB memperkirakan 22,8 juta orang menderita kekurangan pangan akut dan 8,7 juta hampir kelaparan.

Sejak Agustus, bantuan internasional, yang mendanai sekitar 80 persen anggaran Afghanistan, telah ditangguhkan dan Amerika Serikat telah membekukan aset Bank Sentral Afghanistan senilai USD9,5 miliar.

Karena hal itu, angka pengangguran meroket dan gaji pegawai negeri belum dibayar selama berbulan-bulan.

Taliban diperkirakan akan mencari bantuan keuangan dan pengakuan internasional selama pertemuan itu. Namun, hingga kini belum ada negara yang mengakui pemerintahan baru Afghanistan.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id