comscore

Turki Uraikan Tuntutan Terkait Upaya Finlandia dan Swedia Gabung ke NATO

Medcom - 17 Mei 2022 14:55 WIB
Turki Uraikan Tuntutan Terkait Upaya Finlandia dan Swedia Gabung ke NATO
Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. (AFP)
Berlin: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada hari Minggu kemarin mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia harus berhenti mendukung kelompok teroris di negaranya masing-masing, menjamin keamanan yang jelas, dan mencabut larangan ekspor Turki. Seruan disampaikan di saat kedua negara Eropa itu tengah berusaha bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Berbicara setelah pertemuan di Berlin, Cavusoglu menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu Menlu Swedia dan Finlandia dalam membahas kekhawatiran Turki.
Ia menambahkan bahwa Turki tidak mengancam siapa pun atau mencari keuntungan, melainkan hanya bersuara, khususnya tentang dukungan Swedia terhadap kelompok bersenjata Kurdi, PKK, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Ankara, Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Hari Minggu kemarin, Finlandia secara resmi mengungkapkan keinginan untuk masuk dalam keanggotaan NATO. Swedia juga telah mengutarakan keinginan serupa sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, kekhawatiran Turki dapat menjadi hambatan bagi Finlandia dan Swedia. Segala keputusan mengenai keanggotaan NATO harus disetujui semua negara anggota, termasuk Turki.

"Sangat dibutuhkan jaminan keamanan di sini. Mereka harus berhenti mendukung organisasi teroris," kata Cavusoglu kepada wartawan di Berlin, dikutip dari Yahoo News, Selasa, 17 Mei 2022. 

Ia juga menekankan bahwa larangan yang ditetapkan Swedia dan Finlandia terhadap ekspor beberapa barang sektor pertahanan mereka ke Turki harus dicabut. 

"Pendirian kami sangat terbuka dan jelas. Ini bukan ancaman, ini bukan negosiasi di mana kami mencoba mengutamakan kepentingan kami," katanya.

"Ini juga bukan populisme. Ini jelas tentang dukungan dua calon negara anggota terhadap terorisme, dan pengamatan kami yang kuat tentang itu," sambung Cavusoglu.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengejutkan sekutu NATO dan negara-negara Nordik pada Jumat pekan kemarin, ketika mengatakan bahwa negaranya tidak bisa mendukung rencana Finlandia dan Swedia. Erdogan menyebut kedua negara itu merupakan "tuan rumah bagi banyak organisasi teroris."

Meski begitu, juru bicara Erdogan mengatakan pada hari Sabtu kemarin bahwa Turki belum menutup rapat peluang keanggotaan NATO bagi Finlandia dan Swedia.

Baca:  Erdogan Menentang Keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO

Cavusoglu mengulangi bahwa Turki, yang bergabung dengan NATO sejak 70 tahun lalu, tidak menentang kebijakan pintu terbuka aliansi tersebut.

Ia mengatakan pembicaraan dengan Finlandia dan Swedia berjalan dengan baik. Finlandia dan Eropa telah mengeluarkan pernyataan untuk meringankan kekhawatiran Turki, yang akan dipertimbangkan oleh Ankara.

Namun menurut Cavusoglu, Swedia cenderung tidak menghormati pandangan Turki, dan mengatakan bahwa pertemuan teroris PKK pernah berlangsung di Stockholm selama akhir pekan. (Kaylina Ivani)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id