comscore

Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Stasiun Bawah Tanah New York

Willy Haryono - 13 April 2022 19:34 WIB
Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Stasiun Bawah Tanah New York
Polisi menginvestigasi penembakan yang melukai puluhan orang di stasiun kereta bawah tanah di New York City, AS, 12 April 2022. (Alexi J. Rosenfeld / Getty AFP)
New York: Polisi terus memburu pelaku penembakan di stasiun kereta api bawah tanah New York City, Amerika Serikat (AS), yang melukai 23 orang, Rabu, 13 April 2022. Penembakan tersebut sekali lagi mengganggu perjalanan panjang New York City menuju kenormalan pascapandemi.

Dikutip dari Charlotte Observer, pencarian difokuskan sebagian kepada seorang pria yang disebut polisi telah menyewa sebuah mobil van terkait dengan penembakan di stasiun bawah tanah New York pada Selasa kemarin.
Tim investigator menekankan bahwa mereka belum dapat memastikan apakah pria bernama Frank R. James, adalah individu yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Namun otoritas New York tengah memeriksa beberapa video di media sosial, yang memperlihatkan James mengutuk Amerika Serikat sebagai sebuah tempat rasis yang dipenuhi kekerasan. Dalam video juga terlihat bahwa pria berusia 62 tahun itu beberapa kali mengecam Wali Kota New York Eric Adams.

"Negara ini lahir di bawah kekerasan, terus hidup karena kekerasan atau ancaman. Oleh karenanya, negara ini akan mati secara mengenaskan. Tidak ada yang bisa menghentikan itu," ucap James dalam sebuah video.

Komisaris Polisi Keechant Sewell menyebut video James "mengkhawatirkan." Petugas pun memperketat pengamanan terhadap wali kota, yang saat ini sedang menjalani isolasi Covid-19.

Adam mengatakan tim investigator kini sedang berusaha mencari James. "Kami akan terus mencarinya," ucap dia.

Menurut keterangan kepolisian, pelaku penembakan sempat melemparkan granat asap ke dalam gerbong kereta bawah tanah, dan melepaskan setidaknya 33 tembakan dengan pistol tipe 9 mm. Lima korban luka tembak berada dalam kondisi kritis, namun 10 lainnya diperkirakan selamat.

Setidaknya 12 orang yang berhasil lolos dari luka tembak tengah dirawat atas gejala sesak napas dan keluhan lainnya akibat terpapar granat asap.

Seorang penumpang bernama Jordan Javier sempat mengira suara tembakan pertama sebagai suara buku yang jatuh ke lantai. "Namun suara itu terus terdengar, dan orang-orang pun berlari ke gerbong depan. Ada asap juga saat ini," kata Javier.

Saat kereta berhenti di stasiun 36 Street, para penumpang berlarian keluar dan diarahkan petugas untuk menaiki kereta lain. "Sebagian penumpang menangis dan berdoa saat dibawa kereta lain meninggalkan lokasi," sebut Javier.

Baca:  Penembakan di Stasiun Subway New York, KJRI Imbau WNI Waspada

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id