Indonesia Tekankan Pentingnya Mekanisme Utama Transfer Teknologi Nuklir

    Fajar Nugraha - 24 November 2021 17:32 WIB
    Indonesia Tekankan Pentingnya Mekanisme Utama Transfer Teknologi Nuklir
    Wakil Duta Besar RI di Wina, Austria A. Alfiano Tamala, dalam Pertemuan TACC Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Foto: Dok.KBRI Wina



    Wina: Indonesia menekankan pentingnya Program Technical Cooperation oleh badan nuklir PBB atau International Atomic Energy Agency (IAEA) yang diperuntukkan bagi negara anggota. Ini merupakan mekanisme utama transfer teknologi nuklir kepada negara berkembang.

    Hal ini  disampaikan Wakil Duta Besar RI di Wina, Austria A. Alfiano Tamala, dalam Pertemuan Technical Assistance and Cooperation Committee (TACC) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria 22 November 2021.

     



    Indonesia juga memandang penting peran IAEA dalam mendukung program mutasi tanaman, sebagai bagian dari pencapaian Sustainable Development Goals.

    “Indonesia menyambut baik prioritas pada sektor pangan dan pertanian (Food and Agriculture) yang alokasi pendanaannya mencapai 27,7 persen dari total anggaran Technical Cooperation. Selain itu IAEA juga memiliki program untuk memajukan sektor kesehatan, air, lingkungan, dan industri, dengan memanfaatkan teknologi nuklir,” sebut Alfiano, dalam keterangan tertulis KBRI Wina yang diterima Medcom.id, Rabu 24 November 2021.

    “Untuk siklus Program Technical Cooperation 2022-2023 IAEA, selain sektor pangan dan pertanian, Indonesia dorong prioritas pada peningkatan daya saing di sektor industri, perlindungan lingkungan, dan pembangunan infrastruktur teknologi nuklir,” imbuhnya.

    Selain itu, Indonesia juga menyampaikan kesiapan untuk membantu IAEA dalam hal peningkatan kapasitas manusia melalui program scientific visit, pelatihan, dan workshop bagi para experts dari negara-negara anggota IAEA.

    Pertemuan TACC IAEA yang diselenggarakan 22-23 November 2021 merupakan forum bagi negara anggota IAEA untuk membahas anggaran dan program kerja dalam kerangka Technical Cooperation 2022-2023.  Untuk tahun 2022, IAEA menargetkan pembiayaan Technical Cooperation sebesar 91 juta Euro pada tahun 2022, dan 92,6 juta Euro untuk tahun berikutnya.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id