Biden Meminta Maaf usai Picu Kontroversi Kulit Hitam

    Willy Haryono - 23 Mei 2020 15:03 WIB
    Biden Meminta Maaf usai Picu Kontroversi Kulit Hitam
    Kandidat capres Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP.)
    Washington: Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden memicu kontroversi seputar kelompok etnis Afrika Amerika. Ia mengatakan bahwa jika Afrika Amerika kesulitan menentukan pilihan antara dirinya atau (Presiden AS Donald) Trump, "maka ia bukan seorang kulit hitam."

    Berbicara kepada grup bisnis Afrika Amerika, US Black Chambers, Biden mengaku salah. Pernyataan kontroversial itu disampaikan dalam sebuah wawancara bersama Charlamagne tha God, seorang wakil pembawa program radio "The Breakfast Club."

    "Saya seharusnya tidak bersikap atau mengucapkan kata-kata seperti itu," ungkap Biden, dilansir dari Guardian, Sabtu 23 Mei 2020. 

    Saat Biden ditekan Charlamagne dalam beberapa isu seperti legalisasi ganja dan pilihan calon wakil presiden, seorang ajudan mengintervensi dan mengatakan bahwa program harus diakhiri. Charlamagne pun merespons: "Hal seperti itu tidak bisa dilakukan di media kulit hitam."

    Biden membalas, "saya melakukan hal ini di media hitam maupun putih." Charlamagne kemudian mengatakan bahwa dirinya masih memiliki banyak pertanyaan untuk Biden.

    "Anda mempunyai lebih banyak pertanyaan? Begini, jika Anda kesulitan menentukan (dukungan untuk) saya atau Trump, maka Anda bukan kulit hitam," ungkap Biden.

    Senator South Carolina Tim Scott, satu-satunya orang kulit hitam dari Partai Republik di majelis tinggi, merespons ucapan Biden di Twitter. "1,3 juta Afrika Amerika sudah memilih Trump di tahun 2016. Pagi ini, Joe Biden berkata bahwa masing-masing dari kami bukan kulit hitam," tulisnya.

    Sebelum Biden meminta maaf, Symone Sanders, seorang penasihat senior Demokrat yang juga beretnis Afrika Amerika, menilai komentar mantan wakil presiden itu dibuat dengan "nada bergurau."

    "Saya jelaskan lagi mengenai yang VP katakan," tulis Sanders, merujuk pada singkatan Wapres. "Ia hanya ingin memperlihatkan rekam jejaknya bersama komunitas Afrika Amerika dalam melawan Trum. Titik," ungkapnya via Twitter.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id