comscore

Putin Tegaskan Rusia Tak Memiliki Masalah dengan Finlandia dan Swedia

Willy Haryono - 17 Mei 2022 07:04 WIB
Putin Tegaskan Rusia Tak Memiliki Masalah dengan Finlandia dan Swedia
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan negara anggota CSTO di Moskow, 16 Mei 2022. (Alexander NEMENOV / POOL / AFP)
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa upaya Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bukan merupakan ancaman langsung terhadap Moskow. Namun ia mengingatkan aliansi militer Barat itu untuk tidak menyalurkan senjata ke dua negara tersebut.

"Mengenai ekspansi (NATO), termasuk melalui dua anggota barunya, Finlandia dan Swedia, Rusia ingin menginformasikan kepada kalian semua bahwa Rusia tidak memiliki masalah dengan kedua negara tersebut," ucap Putin dalam sebuah acara perkumpulan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Moskow.
"Oleh karenanya, dalam hal ini, ekspansi melalui dua negara tersebut bukan merupakan sebuah ancaman langsung terhadap Rusia," sambungnya, dikutip dari Politico, Senin, 16 Mei 2022.

Komentar Putin bertolak belakang dengan pernyataan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, yang mengatakan bahwa usaha Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO merupakan sebuah "kesalahan besar" yang dapat memicu "banyak konsekuensi."

Baca:  Rusia: Finlandia-Swedia Buat Kesalahan Besar Bergabung ke NATO

Mengakhiri netralitas militer selama lebih dari satu abad, Finlandia mengumumkan secara resmi keinginannya untuk bergabung dengan NATO di saat Rusia menginvasi Ukraina.

"Ini adalah sebuah hari bersejarah. Sebuah era baru dimulai," kata Presiden Finlandia Sauli Niinisto. Satu hari setelahnya, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson juga mengungkapkan keinginan negaranya untuk bergabung dengan NATO.

Putin menekankan Rusia tidak memiliki masalah dengan Finlandia dan Swedia, dan keduanya juga sah-sah juga untuk bergabung dengan NATO. Namun ia mengingatkan akan adanya konsekuensi jika NATO menyalurkan persenjataan ke kawasan melalui dua negara tersebut.

"Ekspansi infrastruktur militer di wilayah ini dapat dipastikan akan mendorong kami untuk merespons," sebut Putin di hadapan lima pemimpin negara pecahan Uni Soviet yang tergabung dalam CSTO.

"Kebijakan ekspansi NATO yang terus bergulir tanpa henti membutuhkan perhatian kita semua," lanjutnya.

Pernyataan Putin disampaikan usai Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin menyarankan agar CSTO juga melakukan ekspansi. Ia menilai ada "puluhan negara" yang siap bergabung dengan CSTO dalam "beberapa tahun ke depan."

CSTO, yang didirikan pada 1992, saat ini terdiri dari Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Tajikistan, Armenia dan Kirgistan.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id