comscore

Cacar Monyet Buat Eropa Resah

Medcom - 24 Mei 2022 19:41 WIB
Cacar Monyet Buat Eropa Resah
Bendera Uni Eropa. (AFP)
London: Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) pada Senin, 23 Mei 2022 mendesak agar negara-negara di wilayah tersebut mempersiapkan pelacakan kontak, vaksin, pengobatan, dan alat diagnosis untuk menghadapi kasus cacar monyet.

Di Inggris, dilaporkan 36 kasus baru yang menjadikan totalnya 56. Di Uni Eropa (UE), ditemukan 67 kasus sejak 15 Mei yang tersebar di sembilan negara: Austria, Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Swedia.
Negara Eropa diminta memperbarui mekanisme pelacakan kontak dan kapasitas diagnostik terhadap orthopoxvirus (termasuk cacar monyet), dan meninjau ketersediaan vaksin cacar, antivirus, dan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan.

Virus yang menyebabkan ruam, demam dan malaise ini biasanya menghilang setelah sekitar tiga minggu. Namun, infeksi bisa menjadi serius pada kelompok tertentu, seperti anak kecil, wanita hamil dan yang memiliki imun lemah.

Stella Kyriakides, Komisaris Eropa untuk Kesehatan dan Keamanan Pangan, mengaku prihatin atas peningkatan kasus cacar monyet secara global.

"Walau saat ini kemungkinan penyebaran pada populasi luas rendah, situasinya berkembang," ujarnya, dilansir dari Politico, Selasa, 24 Mei 2022.

Komisi berdiskusi dengan negara-negara UE, bersama dengan Health Emergency Response and Preparedness Authority (HERA), ECDC, dan Badan Obat-obatan Eropa untuk memastikan negara-negara dapat menanggapi wabah secara efektif.

Juru bicara Ditjen SANTE Stefan De Keersmaecker mengatakan bahwa otoritas terbaru UE siap untuk mengadakan tindakan penanggulangan medis sebagai bagian dari mandat HERA.

Itu termasuk mengatasi tantangan yang berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi antivirus dan vaksin, serta meningkatkan stok untuk menghindari kekurangan dan hambatan dalam penyebaran. 

Bavarian Nordic, satu-satunya produsen vaksin cacar monyet yang tersedia di UE, mengatakan kepada Politico bahwa pihaknya menerima panggilan dari "banyak, banyak negara" yang ingin membeli suntikan Imvanex-nya. Vaksin ini diakui di AS dan Kanada untuk melindungi masyarakat dari cacar monyet dan penyakit cacar, tetapi sejauh ini hanya diizinkan untuk cacar di UE.

Perusahaan kini berbicara dengan HERA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) "dan setiap badan regulasi lainnya di planet ini."

baca:  WHO Minta Cacar Monyet Jadi Perhatian Masyarakat Global

Menurut seorang juru bicara Badan Obat Eropa, "vaksin cacar juga dapat mencegah cacar monyet pada manusia."

Di Inggris, 1.000 dosis Imvanex telah diberikan. Otoritas kesehatan masyarakat mengimunisasi kontak berisiko tinggi dari orang yang telah terinfeksi dan negara itu memiliki sisa 3.500 dosis.

"Karena virus menyebar melalui kontak erat, kami mendesak semua orang untuk mewaspadai ruam atau lesi yang tidak biasa dan menghubungi layanan kesehatan seksual jika mengalami gejala," kata Susan Hopkins, kepala penasihat medis di UKHSA.

ECDC merekomendasikan bahwa masyarakat yang kontak erat dengan kasus cacar monyet harus memantau sendiri perkembangan gejala selama 21 hari setelah terpapar. Inggris mengambil pendekatan yang lebih ketat, yakni menyarankan orang untuk isolasi mandiri selama tiga minggu.

Sementara itu, ECDC mengeluarkan peringatan tentang hewan peliharaan.

"Jika terjadi penularan dari manusia ke hewan, dan virus menyebar pada populasi hewan, ada risiko penyakit itu menjadi endemik di Eropa," kata ECDC dalam pernyataannya. (Kaylina Ivani)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id