Pertama di Eropa, Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 2 Juta

    Willy Haryono - 18 November 2020 09:32 WIB
    Pertama di Eropa, Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 2 Juta
    Situasi di salah satu sudut kota Paris, Prancis pada 16 November 2020. (AFP)
    Paris: Prancis menjadi negara pertama di Eropa dengan jumlah kasus virus korona (covid-19) di atas dua juta pada Selasa, 17 November. Meski demikian, Direktur Jenderal Kesehatan Jerome Salomon mengatakan, beberapa indikator memperlihatkan bahwa situasi seputar pandemi di Prancis secara bertahap mulai membaik.

    "Setelah rekor 69.500 kasus pada 2 November, rata-rata insidensi telah menurun, tapi jumlah kasus baru masih sangat tinggi," kata Salomon kepada awak media dalam konferensi pers rutin, dilansir dari laman Shine pada Rabu, 18 November 2020.

    "Jumlah kasus harian harus terus turun, dan Presiden Republik (Emmanuel Macron) telah menetapkan target 5.000," sambungnya.

    Dalam 24 jam terakhir hingga Selasa kemarin, sebanyak 45.522 orang di Prancis dinyatakan positif covid-19, yang menjadikan totalnya mencapai 2.036.755. Sementara angka kematian bertambah 1.219 menjadi 46.273 di hari yang sama, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Prancis.

    Sementara jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit Prancis berkurang 327 menjadi 33.170. Angka ini meliputi 4.854 pasien covid-19 yang dirawat di unit perawatan intensif, yang jumlahnya turun dari 4.919 pada Senin kemarin.

    "Upaya kolektif kami sudah mulai membuahkan hasil. Dengan menjaga kewaspadaa tinggi, kami dapat menghabiskan libur akhir tahun dalam kondisi aman," tutur Salomon.

    "Epidemi sudah mulai melambat, namun tekanan terhadap banyak rumah sakit masih sangat tinggi. Mari kita tingkatkan upaya pengendalian epidemi ini," lanjutnya.

    Pada 30 Oktober, Prancis memasuki penguncian (lockdown) berskala nasional kedua untuk periode satu bulan. Lockdown kedua terpaksa diterapkan demi meredam penyebaran covid-19.

    Baca:  Gelombang Kedua Covid-19 Menerpa, Prancis dan Jerman Terapkan Lockdown

    Saat ditanya mengenai kapan lockdown di Prancis akan dilonggarkan, Salomon menjawab bahwa "kita semua harus selalu waspada."

    Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan kepada Majelis Nasional bahwa beberapa pembatasan untuk meredam covid-19 "akan dilanjutkan" usai lockdown kedua. Ia berpendapat bahwa pandemi semacam ini harus mendapat penanganan "jangka panjang."

    Macron akan menyampaikan pidato nasional pekan depan untuk mengevaluasi kebijakan lockdown dan mengumumkan beberapa langkah transisi menuju kehidupan normal di Prancis.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id