AS Tak Akan Terbitkan Paspor Vaksin

    Willy Haryono - 07 April 2021 06:46 WIB
    AS Tak Akan Terbitkan Paspor Vaksin
    Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki berbicara kepada awak media di Washington pada Selasa, 6 April 2021. (ALEX WONG / Getty / AFP)



    Washington: Amerika Serikat tidak akan menerbitkan paspor vaksinasi Covid-19, dengan alasan privasi dan hak semua warga harus dilindungi. Skema untuk membuat paspor semacam itu muncul di seluruh dunia sebagai salah satu cara bepergian secara aman di tengah pandemi Covid-19.

    Namun sejumlah kritikus menilai dokumen semacam itu bersifat diskriminatif.






    Berbicara kepada awak media, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa AS tidak akan mengenalkan "database vaksinasi federal" atau sebuah "mandat federal yang mewajbkan semua orang memiliki kredensial vaksinasi."

    "Pemerintah tidak akan pernah mendukung sebuah sistem yang mewajibkan warga Amerika membawa sebuah kredensial," ujar Psaki, dilansir dari laman BBC pada Rabu, 7 April 2021.

    "Kebijakan pemerintah federal sangat sederhana, yakni privasi dan hak warga Amerika harus dilindungi, sehingga sistem semacam itu tidak akan pernah digunakan karena bersifat tidak adil," sambungnya.

    Negara-negara di seluruh dunia sedang mewacanakan menerbitkan paspor vaksin, yang nantinya akan menjadi bukti bahwa seseorang telah divaksinasi. Paspor vaksin ini bertujuan agar perjalanan atau acara perkumpulan massa dapat digelar secara aman.

    Baca:  17 Negara Bakal Terbitkan Paspor Vaksin Covid-19

    Di Inggris, sebuah skema "sertifikasi status Covid" sedang dikembangkan agar konser dan acara olahraga dapat digelar. Sertifikasi itu nantinya dapat melihat apakah seseorang sudah divaksinasi, pernah menjalani tes Covid-19 belum lama ini, atau sudah sembuh dari virus tersebut.

    Uni Eropa juga berencana mengenalkan sertifikat semacam itu. Sementara Israel sudah mengenalkan skema semacam itu yang diberi nama "Green Pass."

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mendukung paspor vaksin untuk bepergian karena ketidakpastian apakah vaksinasi dapat mencegah transmisi, serta adanya kekhawatiran mengenai diskriminasi.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id