Pengiriman Lambat, Prancis Ancam akan Blokir Vaksin Seperti Italia

    Marcheilla Ariesta - 05 Maret 2021 21:56 WIB
    Pengiriman Lambat, Prancis Ancam akan Blokir Vaksin Seperti Italia
    Program vaksinasi di Prancis tertunda karena pasokan vaksin terlambat. Foto: AFP.



    Paris: Menteri Kesehatan Prancis mengatakan negaranya dapat mengikuti jejak Italia memblokir pengiriman vaksin virus korona (covid-19) ke luar negeri. Italia menghentikan ekspor 250 ribu dosis vaksin AstraZeneca ke Australia.

    Langkah ini diambil Italia karena pengiriman vaksin yang terlalu lambat. Perdana Menteri Italia yang baru, Mario Draghi menyerukan tindakan yang lebih tegas terhadap produsen yang gagal memenuhi komitmen pengiriman.






    Menteri Luar Negeri Italia mengatakan langkah tersebut dimotivasi oleh kurangnya vaksin di Eropa dan Italia, juga karena penundaan pasokan dari AstraZeneca. Ia menganggap Australia sebagai negara tidak rentan.

    Langkah Italia ini didukung oleh Komisi Eropa. Pasalnya, negara-negara Eropa berupaya meningkatkan kampanye inokulasi, namun hal ini tidak bisa terpenuhi karena pengiriman vaksin yang lambat.

    Berdasarkan aturan Komisi Eropa pada Januari lalu, ekspor vaksin dapat dibatasi jika pembuat obat tidak memenuhi target pengiriman. Aturan ini dibuat setelah AstraZeneca mengatakan kepada Uni Eropa mereka tidak dapat memenuhi komitmen yang disepakati berdasarkan perjanjian pembelian di awal.

    "Australia telah mengangkat masalah ini dengan Komisi Eropa melalui berbagai saluran, dan khususnya kami telah meminta Komisi Eropa untuk meninjau keputusan ini," kata Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, dilansir dari The National, Jumat, 5 Maret 2021.

    Namun, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan dia dapat memahami keputusan tersebut, karena negaranya melaporkan kurang dari 1.000 kematian akibat virus korona.

    Baca juga: PM Australia Tak Khawatir Pengiriman Vaksin Covid-19 Diblokir Italia

    "Di Italia, orang meninggal sekitar 300 per hari. Jadi saya pasti bisa memahami tingkat kecemasan yang tinggi yang akan ada di Italia dan di banyak negara di seluruh Eropa," katanya.

    "Mereka berada dalam situasi krisis yang tidak terkendali. Bukan itu situasinya di Australia," ucap Morrison.

    Meski demikian, kata dia, negaranya dapat mengamankan pasokan vaksin serta pasokan tambahan dari Pfizer. "Berarti kami dapat melanjutkan peluncuran program kami," terangnya.

    Australia memulai program vaksinasi minggu lalu. Mereka berharap dapat memulai produksi vaksin buatan lokal bulan depan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id