Senat AS akan Pastikan Pilihan Trump Jadi Hakim MA

    Willy Haryono - 19 September 2020 11:41 WIB
    Senat AS akan Pastikan Pilihan Trump Jadi Hakim MA
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat, bertekad akan bergerak cepat dalam mendorong siapapun tokoh yang dipilih Presiden Donald Trump untuk menggantikan Ruth Bader Ginsburg sebagai hakim Mahkamah Agung AS. Ginsburg, hakim penegak hak-hak perempuan, meninggal di usia 87 tahun pada Jumat 18 September.

    Tak lama usai kabar kematian Ginsburg muncul, Partai Republik melalui McConnell langsung mengeluarkan pernyataan.

    "Warga Amerika telah membuat kami kembali menjadi mayoritas pada 2016, yang kemudian diperpanjang ke 2018. Itu dikarenakan kami bertekad untuk bekerja bersama Presiden Trump dan mendukung agendanya, terutama mengenai penunjukan yudisial federal. Sekali lagi, kami akan memenuhi janji kami," kata McConnell.

    "Nominasi Trump akan mendapat dukungan di lantai Senat Amerika Serikat," sambungnya, dilansir dari laman Guardian, Sabtu 19 September 2020. Senat AS saat ini didominasi politisi Republik.

    Kematian salah satu tokoh ternama di Mahkamah Agung AS mengubah musim pemilihan umum kali ini menjadi pertarungan habis-habisan dalam mengendalikan setiap lembaga pemerintahan. Trump, yang menghadapi kesulitan dalam peluang terpilih kembali sebagai presiden, telah memberikan sinyal untuk segera menunjuk seorang tokoh pengganti Ginsburg.

    Keputusan Trump hampir dipastikan direspons amarah Partai Demokrat, yang masih kesal atas penolakan McConnell untuk mempertimbangkan nominasi Barack Obama, Merrick Garland, untuk menggantikan hakim Antonin Scalia yang meninggal beberapa bulan sebelum pilpres 2016. Sejumlah analis meyakini keputusan menolak Garland krusial dalam kemenangan Trump pada 2016.

    Terpilihnya Neil Gorsuch dan Brett Kavanaugh mengamankan mayoritas konservatif di jajaran Mahkamah Agung AS. Jika Trump berhasil menjadikan kandidatnya sebagai pengganti Ginsburg, maka blok konservatif akan mendominasi Mahkamah Agung AS, bahkan mungkin hingga beberapa dekade ke depan.

    Sebelumnya pada bulan ini, Trump mengumumkan daftar 20 kandidat hakim MA. Dari 20 kandidat, terdapat tiga senator Republik: Tom Cotton dari Arkansas, Ted Cruz dari Texas, dan Josh Hawley dari Missouri.

    Baca: Trump Mengaku Tak Tahu Hakim Mahkamah Agung AS Meninggal

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id