Kesaksian Para Polisi Saat Ditugaskan Halau Perusuh Gedung Capitol

    Marcheilla Ariesta - 28 Juli 2021 18:45 WIB
    Kesaksian Para Polisi Saat Ditugaskan Halau Perusuh Gedung Capitol
    Petugas kepolisian Capitol, Michael Fanone diserang, dipukuli dan disetrum alat kejut listrik. Foto: EPA.



    Washington: Seorang petugas kepolisian mengatakan ia takut akan dihajar massa saat menghadapi serangan yang terjadi di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) pada 6 Januari lalu. Ketakutannya tersebut diungkapkan kepada Komite Kongres saat penyelidikan terbuka atas kerusuhan tersebut.

    "(Saya berpikir) beginilah cara saya akan mati," kata Aquilino Gonell, personel polisi yang ikut bertugas saat itu, dilansir dari BBC, Rabu, 28 Juli 2021.

     



    Petugas lainnya, Harry Dunn yang berkulit hitam mengatakan, ia dilecehkan secara rasial dalam kejadian itu.

    Dalam penyelidikan, empat petugas polisi yang bertugas mengamankan para perusuh dipanggi. Mereka menggambarkan perilaku beringas perusuh yang memukul dan menyerang para petugas.

    Para perusuh datang untuk mengganggu sertifikasi kemenangan Joe Biden oleh Kongres.

    Gonell menggambarkan adegan kerusuhan itu sebagai 'medan perang abad pertengahan'. Sambil menyeka air matanya, ia menceritakan harus menjauh dari istrinya karena banyaknya bahan kimia yang meresap ke dalam seragamnya.

    Sedangkan Dunn menuturkan ia memberitahu pengunjuk rasa bahwa dia adalah pemilih yang memilih Biden sebagai presiden. "Apakah suara saya tidak dihitung? Apakah saya bukan siapa-siapa?," katanya kepada para pedemo saat mereka mengklaim pemilihan itu curang.

    Ia menambahkan, seorang perusuh perempuan yang menggunakan kemeja Make America Great Again (slogan Donald Trump) memanggil temannya dan melecehkannya secara lisan karena dia memilih Biden.

    "Tidak ada yang pernah memanggil saya (dengan panggilan sumpah serapah) saat saya mengenakan seragam petugas polisi Capitol," terangnya.

    Sementara itu, petugas lainnya Michael Fanone mengatakan ia diseret ke kerumunan, dipukuli dan disetrum berulang kali dengan taser. Ia bahkan mendengar ada teriakan, 'bunuh dia dengan senjatanya sendiri'.

    Khawatir akan hidupnya, ia memohon kepada para perusuh jika dirinya punya anak.

    Sedikitnya, 535 perusuh telah ditangkap sejak serangan yang menewaskan lima orang termasuk seorang polisi. Jaksa sejauh ini hanya memberikan beberapa hukuman.

    Penyelidikan di komite House Select dilakukan hampir seluruhnya oleh anggota Demokrat, setelah sebagian besar Partai Republik memboikot proses tersebut. Namun, dua anggota Partai Republik, Liz Cheney dan Adam Kinzinger ikut bergabung dalam penyelidikan.

    "Jika mereka yang bertanggung jawab tidak dimintai pertanggungjawaban, maka akan tetap menjadi kanker di republik konstitusional kita," ucap Cheney.

    Komite terpilih sembilan anggota dibentuk setelah Partai Republik keberatan dengan komisi independen, yang dinilai sama dengan komisi penyelidikan serangan 11 September 2001.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id