Vaksin Covid-19 Satu Dosis dari Johnson & Johnson Dinyatakan Efektif

    M Sholahadhin Azhar - 25 Februari 2021 01:38 WIB
    Vaksin Covid-19 Satu Dosis dari Johnson & Johnson Dinyatakan Efektif
    Ilustrasi/Medcom.id



    Washington: Vaksin covid-19 yang hanya membutuhkan satu suntikan dari Johnson & Johnson (J&J) dinyatakan aman dan efektif dalam uji coba. Hal itu disebutkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dalam dokumen yang diterbitkan pada Rabu 24 Februari 2021.

    Hal tersebut membuka jalan bagi persetujuannya untuk penggunaan darurat. Panel ahli independen FDA bertemu pada Jumat, 26 Februari 2021 untuk memutuskan penyetujuan vaksin J&J. Meskipun tidak terikat untuk mengikuti saran para ahli, FDA melakukannya saat memberikan otorisasi pada vaksin Pfizer dan Moderna.






    “Vaksin virus korona sekali pakai yang dibuat oleh Johnson & Johnson memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dan kematian akibat covid-19. Vaksin itu efektif dalam mengurangi risiko covid-19 dan mencegah uji reaksi rantai polimerase (PCR) yang dikonfirmasi covid-19 setidaknya 14 hari setelah vaksinasi,” menurut analisis baru yang diposting online oleh Food and Drug Administration (FDA) pada Rabu 24 Februari 2021, dikutip dari The New York Times.

    Suntikan vaksin dari J&J tersebut memiliki tingkat kemanjuran keseluruhan 72 persen di Amerika Serikat dan 64 persen di Afrika Selatan, di mana varian yang sangat menular muncul pada musim gugur dan sekarang menjadi penyebab utama sebagian besar kasus. Kemanjuran di Afrika Selatan tujuh poin lebih tinggi dari data sebelumnya yang dirilis oleh perusahaan.

    FDA mengatakan vaksin ini juga menunjukkan kemanjuran 86 persen melawan bentuk parah covid-19 di Amerika Serikat, dan 82 persen melawan penyakit parah di Afrika Selatan. Itu berarti orang yang divaksinasi memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal akibat covid-19.

    Analisis mengkonfirmasi bahwa orang Amerika kemungkinan akan segera mendapat manfaat dari vaksin virus korona efektif ketiga yang dikembangkan dalam waktu kurang dari satu tahun, karena permintaan untuk inokulasi sangat melebihi pasokan. FDA dapat mengotorisasi vaksin paling cepat Sabtu, tergantung pada pemungutan suara dari panel penasihat vaksin pada Jumat setelah membahas dokumen yang baru dirilis.

    “Dengan vaksin J&J, kami akan dapat mempercepat peluncuran vaksin untuk negara kami dan dunia,” ucap Dan Barouch, seorang ahli virus di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston yang memimpin banyak penelitian awal tentang vaksin satu tahun terakhir.

    Vaksin Johnson & Johnson dapat disimpan pada suhu lemari es normal setidaknya selama tiga bulan, membuat distribusinya jauh lebih mudah daripada vaksin resmi yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer-BioNTech. Kedua vaksin itu yang memerlukan dua dosis dan harus disimpan pada suhu yang sangat dingin.

    Selama uji coba yang diikuti 44.000 relawan, tiga penerima vaksin diketahui mengalami efek samping yang parah dalam uji coba tersebut. Tetapi FDA mengatakan bahwa analisisnya tidak menimbulkan masalah keamanan khusus yang akan menghalangi dikeluarkannya otorisasi penggunaan darurat. J&J sebelumnya tidak merilis rincian data uji klinis di luar tingkat kemanjuran.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id