WHO: Tidak Ada Alasan Ubah Penilaian Tentang Manfaat Vaksin AstraZeneca

    Marcheilla Ariesta - 07 April 2021 20:02 WIB
    WHO: Tidak Ada Alasan Ubah Penilaian Tentang Manfaat Vaksin AstraZeneca
    Vaksin AstraZeneca dianggap lebih besar manfaatnya daripada risiko. Foto: AFP.



    Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tidak akan ada alasan untuk mengubah penilaiannya mengenai manfaat vaksin AstraZeneca terhadap virus korona (covid-19). Menurut mereka, manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

    "WHO sedang mempelajari dengan cermat data terbaru bersama dengan regulator Eropa dan lainnya, sehubungan dengan laporan pembekuan darah di antara penerima vaksin," seru direktur regulasi dan prakualifikasi WHO, Rogerio Gaspar, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 7 April 2021.






    Seorang pejabat senior di regulator obat-obatan Eropa mengatakan ada hubungan yang jelas antara vaksin covid-19 AstraZeneca dan pembekuan darah di otak yang sangat langka. Meski demikian penyebab langsung dari penggumpalan tersebut masih belum diketahui.

    Badan Obat-obatan Eropa (EMA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya masih melakukan peninjauan terhadap vaksin. Mereka diharapkan untuk mengumumkan temuannya pada Rabu atau Kamis ini.

    Baca juga: WHO Serukan Kesetaraan Vaksin di Hari Kesehatan Dunia

    Gaspar menuturkan WHO mengharapkan untuk mencapai penilaian baru dalam waktu dekat terkait vaksin AstraZeneca. Namun, ia tidak yakin akan ada alasan untuk mengubah pernyataan mereka mengenai manfaat vaksin yang lebih besar daripada risikonya.

    "Apa yang dapat kami katakan adalah bahwa penilaian yang kami miliki saat ini adalah manfaat-risiko untuk vaksin ini sebagian besar masih positif," katanya.

    "Kami terus melihat sejumlah peristiwa langka yang menghubungkan trombositopenia dengan tromboemboli dan peristiwa langka tersebut sekarang dikategorikan diagnostik dalam populasi," imbuh Gaspar.

    Ia menambahkan WHO telah berhubungan dengan berbagai komite ahli nasional dan regional yang akan memutuskan status regulasi vaksin.

    "Untuk saat ini, belum ada bukti bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin perlu diubah," tambahnya.

    Beberapa negara di Eropa menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca usai adanya laporan pembekuan darah yang menyebabkan kematian. Namun, AstraZeneca dengan tegas menyebutkan vaksin mereka aman digunakan.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id