Prancis Tingkatkan Level Keamanan Menjadi Maksimum Usai Serangan Nice

    Fajar Nugraha - 30 Oktober 2020 03:06 WIB
    Prancis Tingkatkan Level Keamanan Menjadi Maksimum Usai Serangan Nice
    Polisi Prancis melakukan penjagaan di sekitar lokasi pembunuhan di Nice. Foto: AFP
    Paris: Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan tingkat ancaman negara akan dinaikkan ke tingkat maksimum. Langkah itu diambil setelah serangan di dekat sebuah gereja di Nice yang menewaskan tiga orang pada Kamis 29 Oktober 2020.

    Langkah itu dilakukan hanya beberapa jam sebelum Prancis melakukan penguncian virus korona kedua.

    Serangan di kota Mediterania itu adalah yang ketiga dalam dua bulan di Prancis di tengah kehebohan yang berkembang atas karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan ulang oleh surat kabar satir Charlie Hebdo.

    Konfrontasi dan serangan lainnya dilaporkan pada Kamis di kota selatan Avignon dan di kota Jeddah, Arab Saudi. Tetapi tidak segera jelas apakah mereka terkait dengan serangan di Nice.

    Penyerang di Nice terluka oleh polisi dan dirawat di rumah sakit setelah pembunuhan di Notre-Dame Basilica, kurang dari 1 kilometer dari lokasi di mana penyerang lainnya menabrakkan truk ke kerumunan Hari Bastille pada tahun 2016, menewaskan puluhan orang.

    Kantor kejaksaan antiterorisme Prancis membuka penyelidikan atas pembunuhan Nice. Ini menandai serangan ketiga sejak pembukaan sidang pada September terhadap 14 orang yang terkait dengan pembunuhan Januari 2015 di Charlie Hebdo dan supermarket halal.

    Penyerang hari Kamis diyakini bertindak sendiri dan polisi tidak mencari penyerang lain, kata dua pejabat polisi.

    “Sebanyak dua wanita dan seorang pria telah meninggal. Dua di dalam gereja dan warga lainnya melarikan diri ke bar terdekat tetapi terluka parah,” ujar Wali Kota Nice Christian Estrosi, yang mengatakan kepada televisi BFM, seperti dikutip AFP, Jumat 30 Oktober 2020.

    Media Prancis menunjukkan lingkungan Nice dikunci dan dikelilingi oleh polisi dan kendaraan darurat. Suara ledakan bisa terdengar saat polisi meledakkan benda mencurigakan.

    Majelis rendah parlemen menangguhkan perdebatan tentang pembatasan virus baru Prancis dan mengadakan hening sejenak pada hari Kamis untuk para korban.

    Perdana Menteri Castex bergegas dari aula ke pusat krisis untuk mengawasi setelah serangan Nice. Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan berangkat ke Nice sore hari.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id